Friday, July 29, 2016

Am I?

here we go again, after long time not writing or talking here, i just feel like that i have no one to talk. so im back writing here again. 

for a couple days i have been through a lot of idea that im not a good friends, 
1. im not asking how my friends going?
2. im not asking how their situation there
3. i even start thinking to skip my friends wedding, oh please  i just cant hold that thought. 

someday i thought about, who the f*ck need friends to be happy, you have to be happy with your self, but now i start thinking that, the best memory in our live is always with someone else, even while eating pizza with someone else, its perfect. 

today one of my friend "who used to call us" best friend by his own, get married, and he didnt even told me that he is getting married, so thats what makes me feel like i am such a bad friend. its ok, im still happy about him and her. im not supposed to be dissapointed because that i dont think that we're close enough. so i am continuing my life as i used to be. single, alone and independent

perhaps the heaviest thing that we carrie in our life is our feeling, and our relationships, and our friendships. so let it go, because moving is living. 

Saturday, July 11, 2015

At The End

Pada akhirnya, orang orang yang selalu membuat orang lain tertawa sering kali ternyata merupakan orang paling menyedihkan hidupnya. 

Wednesday, June 10, 2015

apa yang membuat seseorang atau suatu keadaan begitu sentimentil?
In a little while from now
If I'm not feeling any less sour
I promised myself to treat myself
And visit a nearby tower
And climbing to the top
Will throw myself off
In an effort to make it clear to who
Ever what it's like when you're shattered
Left standing in the lurch, at a church
Where people are saying
My God that's tough, she stood him up
No point in us remaining
May as well go home
As I did on my own
Alone again, naturally

menurut saya pribadi, saya bukan orang yang romantis dan perasa, namun entah apa kata orang lain. menurut saya, ada dua hal yang bisa membangkitkan suasana hati orang, entah membangkitkan kesenangan, atau membangkitkan kesedihan. 

suatu sore saat saya sedang berlari di sekitaran komplek perumahan bergaya khas eropa, tibat tiba saya playlist iPod saya memutar lagu "alone again naturally" yang dinyayikan oleh Gilbert Osullivan. baru saja intro saya langsung mengenali lagu apa dan tentang apa lagu ini, ditambah lagi memori saya akan film Love Rosie yang diadaptasi dari novel dengan judul serupa. ya kira kira lagunya menceritakan pada akhirnya, setiap orang akan sendiri, alone again naturally. karena sudah begitu takdir nya. 

saya teringat betul, bagaimana film ini menceritakan persahabatan rosie dan alex sedari kecil yang berubah menjadi perasaan lain. ya.. semua orang bilang perasaan itu cinta, tapi mereka tidak mau mengakuinya, mereka sama sama takut kehilangan sahabatnya. pada akhirnya sepanjang cerita mereka selalu kehilangan moment untuk menyatakan perasaanya. classic bukan ceritanya. tapi ya itu lah film. semakin klasik semakin menempel di kepala. 

30 menit lebih sudah saya berlari, sampai tiba tiba lagu itu diputar dan memelankan langkah saya, menikmati indahnya perumahan ini, rumah rumah bergaya eropa lama dengan halaman luas, rumput rumput yang tertata rapi, jalanan lebar dengan pohon pohon disepanjang jalan yang daunnya berguguran berwarna kuning. semakin lama langkah saya semakin pelan, hingga akhirnya saya memilih untuk berjalan dan menikmati sisa lagu ini sambil berjalan santai dan menikmati pemandangan. matahari sudah mulai turun, menyisakan langit senja yang merah. ah..saya pikir lagu ini terlalu mellow buat saya, entah kenapa playlist yang di random dari ribuan lagu diiPod saya memilih lagu ini. mungkin Tuhan tahu, kapan saya harus menikmati hari hari saya yang cukup penat. 

kombinasi pemandangan yang jarang dilihat ini, semburat cahaya senja kemerahan di langit, ditambah lagu yang mellow. oh... cukup sudah... mungkin  memang benar, bukan lirik lagu yang membuat sesuatu menjadi menyedihkan, tetapi hal atau cerita yang terekam dibaliknya saat kita mendengarkannya pertamakali. sama seperti saya yang tiba tiba merasa menjadi alex yang selalu takut dan tidak berani menyatakan perasaanya kepada rosie selama puluhan tahun, selalu saja terkacaukan oleh situasi, dan mendapat kabar bahwa rosie disana, menikah dengan orang lain. oh poor alex, poor rosie. 

alone again, naturally. 


Monday, June 8, 2015

Teori " Mengapa pada akhirnya semua orang menikah"

Lama, kata yang menyatakan satuan waktu paling tidak baku di seantero Jagad, Jauh, kata yang menunjukan jarak yang sangat dipengaruhi persprktif seseorang terdahap suatu tempat. hampir satu tahun saya tidak berkunjung ke situs pribadi ini untuk berbagi cerita, bukan, bukan karena saya tidak sempat. tapi masalah prioritas saja. dalam dua tahun belakangan ini hidup saya sedang dipenuhi oleh berbagai hal, sehingga menulis di blog ini tidak lah menjadi prioritas. saya jadi ingat janji janji manis yang saya buat dulu bahwa saya akan rajin menulis pengalaman saya disini, bukan bukan untuk di baca orang. tetapi sebagai pengingat betapa intens nya hidup saya. 

Im not in love #cuih. bukan bukan karena saya jatuh cinta saya tidak lagi mengurus hal hal di blog ini. ngomong ngomong masalah cinta, saya udah lupa rasanya mencintai dan dicintai, beberapa tahun belakangan ini saya hidup sendiri, jauh dari keluarga, jauh dari cinta, tapi gak jauh dari teman kok. jadi its fine, we born alone, we die alone, everything is optional. 

Saya jadi pengen nulis beberapa hal tentang hubungan percintaan. hahaah...

dalam beberapa bulan terakhir, banyak teman saya, baik teman sekolah, teman kuliah, bahkan teman profesi saya yang akan menikah. saya jadi bertanya, kenapa sih semua orang pada akhirnya akan menikah? 

berikut ini teori saya yang ala ala baca bungkus gorengan. 

1. Mereka sudah tidak sanggup tidur sendiri
halah, teori hasil semedi di WC sambil baca bungkus gorengan ini tiba tiba aja keluar waktu saya ngobrol sama si Abang. kalo di pikir pikir bener juga sih ya, coba bayangkan, sudah hampir 17 tahun kita tidur sendiri (kalo dihitung dari umur 6 tahun udah gak tidur bareng orang tua) bosen donk ya, bobo sendiri, kalo ada temen nya lebih seger mungin #apacoba

2. Mereka sudah bosan tidur dengan Guling yang pasif
halah, teori apa lagi ini, hasil obrolan saya dengan si Abang emang selalu berujung kepada hal hal yang ngeres. Guling yang pasif, istilah macam apa coba, ya sudah lah ya, tanpa penjelasan panjang lebar pun saya yakin yang kebetulan baca post ini udah ngerti maksudnya. 

3. Mereka semua butuh teman yang siap 24 jam. 
oke teori yang ini memang hasil buah pemikiran saya dan teman jalan jalan saya. sebagai mana kita tahu, sebagai seorang mahluk sosial, kita semua butuh seseorang. Bahkan Adam "jordan" (korban sinetron era 90an) saja butuh Eve. singkat cerita dalam puluhan tahun kehidupan sebagai seorang manusia, pasti punya teman silih berganti ya donk. nah sebagai seorang yang single, sudah pasti orang tersebut butuh teman, bahkan samapai ada yang menciptakan teman khayalan bukan untuk membunuh kesendirian. nah teori ini bilang bila, manusia pada umur umur 24,25,26,27 sudah sampai lah saat saat jenuh untuk terus berganti teman (baca : sahabat, tempat cerita, dan lain lain). makanya akhirnya mereka menikah, ya pasti donk orang menikah kepengen untuk selama nya, makanya mereka akhirnya menikahi seseorang yang dirasa cocok untuk menemani 24 jam, tidak dalam bentuk fisik, tapi dalam bentuk rasa aman, rasa dicintai, dan rasa MEMILIKI. ya gak usah lah munafik bilang kalo cinta tak harus memiliki. cuma ada di lagu cuy. 

4. Mereka bosan ditinggal nikah, makanya nikah.
oke ini teori yang sangat nelangsa luar dalam. intinya adalah, seseorang menikah karena bosan ditinggal teman teman nya pada nikah, dia hampir ngerasa selalu ditinggal, sehingga pada akhirnya dia memilih untuk menikah juga. dan seketika virus menikah ini menjangkit orang orang sekitar nya juga. halah teori kacang goreng banget deh. 

5. Mereka butuh objek, dan kadang rindu jadi objek
pasti bingung maksudnya butuh objek dan rindu jadi objek?. maksudnya gini. secara harfiah, manusia memang butuh mencintai dan dicintai, menyayangi dan disayangi. gak usah tanya saya tahu dari mana, ingat teori selalu berada dibalik teori yang mendahului, jadi kata kata tadi juga berasal dari teori ala bungkus gorengan saya yang lain. hahha. back to topic, nah intinya manusia itu mencari objek untuk dicintai, dan butuh subjek yang juga mencintai mereka. pusing kan.... yaudah lah ya...

6. the theory of almost everything
pada dasarnya, manusia memang tuhan ciptakan demikian, saling membutuhkan dan saling melengkapi, udah ada kan di kitab suci berbagai agama?? ya udah kalo udah bawa bawa kata TUHAN, teori ala bungkus kacang goreng saya kalah. 

so inti dari tulisan ini adalah,.. gak ada. hahaha.. tapi saya pribadi paling percaya dengan teori nomor 3 dan 4, setali tiga uang, teman jalan jalan saya juga berpikir demikian. pada akhirnya kita akan merasa bosan ditinggalkan, dan akhirnya kita mencari teman sehidup semati yang "mudah mudahan" tidak akan meninggakan kita. 

berikut saya kutip kata kata dari film Sherlock Holmes

Holmes " why are you marry that girl? shes terrifying, sad, and so unstable in emotional manner, please don't say, i don't know, i just fooled around and fell in love with her" 

and with full of confidence, he said "Holmes, i don't want to die Alone, and i'm sure nobody wants to die alone" and then he walk to the altar of the church, and getting married. 




Thursday, June 26, 2014

A border that breaks

"When was the last time you doing some thing for the first time?"

Ya kira kira itu yang belakangan ini ada di benak saya. 

Angin dingin di atas kawah ijen masih terasa menusuk ke tulang, saya tidak pernah lupa hari dimana saya merasa tertipu dengan kata kata " melihat kawah ijen" yang saya yakini dari kata melihat adalah menaiki tangga beberapa ratus meter, dan melihat langsung ke kawah yang konon terkenal itu. Gampang nya mungkin seperti melihat tangkuban parahu di bandung sana. 

02.15, 16 juni 2014
Langit masih jauh dari kata terang, bulan masih tinggi, sisa sisa purnama masih jelas terlihat, bintang bintang berkelip menemani perjalanan kami. Tidak pernah ada gambaran buat saya untuk mendaki gunung ijen menuju kawah untuk berburu "blue fire" yang tersohor seantero jagad. Bahkan perjalanan kali ini saya tidak mencari literaturnya sama sekali. Elemen sureprise dari sebuah perjalanan adalah al yang paling saya nanti. Perjalanan kali ini saya percaya kepada kawan saya. Saya hanya ikut saja apa yang dia jalankan. Sehingga persiapan untuk hiking tetntu tidak ada. Padahal kawan saya itu sudah bilang, " nanti seminggu sebelum ke ijen, ya jogging jogging dulu ya, lumayan, meningkatkan kapasitas fungsional" tapi ya apa daya, rasa malas mengalahkan segalanya. 

Perjalanan menuju kawah ijen memakan waktu kurang lebih 2- 2,5 jam. Jalur trekking nya termasuk jelas dan mudah dilalui, karena jalannya lebar dan sudah jelAs. Jalur sepanjang 3 km itu memiliki sudut inklinasi kira kira 30-45 derajat. Sulit memang. Ditengah perjalanan, pemandangan langit yang berbintang sangatlah memanjakan mata. Suara angin gunung yang khas juga sangat enak di dengar. Sayang nya suara angin kadang kalah sama suara nafas yang tersengal sengal. Rombongan kami naik bertujuh, dan saya dan dua orang kawan tertinggal di belakang, yang lain duluan. Saya tudak bisa jalan terburu buru apalagi mendekati puncak, jalan semakin terjal, dan bau sulfur dari kawah makin kuat tercium. Sesak semakin menjadi jadi, ditemani rasa mual. Sempat lah saya mengeluarkan isi lambung ini, walau hanya cairan asam nya saja. Belum lagi mata yang pedih. Saat jalan sudah semakin mendatar, teman saya bilang bahwa kita hampir tiba, dan waktu menunjukan pukul 04.20 suara angin gunung semakin sering terdengar, udara semakin dingin dan oksigen semakin tipis, kecepatan mengatur nafas menurun drastis. Telinga rasanya membeku. Terakhir kali saya merasa sedingin ini adalah ketika saya berada di amsterdam saat itu hanya musim gugur padahal. Setiap kali berbicara sudah pasti beruap. Khas tipikal tempat dingin. Semakin lama angin semakin kencang, menandakan bahwa kami hampir sampai di puncak. Seketika angin seperti akan mendorong saya jatuh ke jurang di sebelah kanan saya. 

Puncak, itu lah yang saya pikirkan. Apakah ini sudah akhir perjalanan mendaki ini? Ditengah tengan mengatur nafas, merapatkan jaket dan memasukan tangan ke kantong.

Im finally here. Speechless

Angin diatas sangat kencang dan dingin. Saya buru buru bertanya kepada bapak yang sejak dini hari sudah mengangkut belerang. 
"Pak kalau saya mau melihat blue fire, kemana kah arah saya harus berjalan" 
" mas jalan aja ke sana sedikit, dari sana aja udah kelihatan kok, kalau mau jelas ya turun kawah mas" sambil menunjukan arah 
Dari sudut itu lah pertama kalinya saya melihat blue fire yang tersohor, yang konon hanya bisa dilihat di dua tempat, di kawah ijen, dan di islandia, dan konon katanya juga, bahwa blue fire ini adalah yang terbesar di dunia. 

What a wonderful indonesia. 
satu lagi pengalaman luar biasa. 
When was the last time you doing something for the first time? Tonight is my first time seeing blue fire, not from google or travel blog, i see it clearly with my eyes. 


Wednesday, June 25, 2014

Hi you there

Hi... Long time no see
Apa kabar blog ini yang sudah hampir penuh sama lumut? 
Rasanya banyak banget hal hal yang harus di ceritain disini. Hampir 2 tahun banyak cerita cuma di pendam dalam kepala. Memenuhi sesak gempita dalam dada. 
Inginnya sih nulis namun apa daya, rasa malas mengalahkan segalanya. 

As soon as possible saya akan kembali nulis disini. 

Menemani blog ini yang hampir berlumut.

Monday, December 2, 2013

Ngobrol gak nyambung sama anak 2,5 tahun

Playen, 2 Desember 2013
Aza, sebut saja begitu. cucu kedua pak dukuh playen 2 ini emang beda sama anak yang lain. dia selalu penasaran sama apa yang saya kerjakan. kalau saya nyeduh teh tarik atau susu atau makan apapun, dia selalu nanya dalam bahasa jawa. buat saya pribadi, saya gak terlalu suka sama anak kecil usia >1 tahun, karena udah susah di ajak main, udah bisa lari larian kemana, dan rewel. Tapi beda sama anak yang satu ini. tipikal anak seumurnya kan nakal. ini menurut saya nggak nakal tuh. malah cenderung lucu. 

suatu ketika, saya bareng temen2 lainnya mau ngajar bimbel anak anak SD di sini. nah berhubung anak2 kecil pada ikut semua, keluar lah dia menggunakan tas bergambar robot dan pakaian rapi. saya tanya " mau kemana boi? (panggilan saya ke dia)" lalu dia menjawab dalam bahasa jawa yang sangat cepat dan saya cuma bisa tangkap " ikut mas" >> mas itu kakak sepupunya yang juga masih bocah. 

ibunya Aza ini nitipin Aza ke saya, untuk ikut bimbel. ya namanya juga anak 2,5 tahun. palingan main. tapi dititipin anak orang, ya sudah. akhirnya jalan lah saya sama dia berdua, tingginya paling selutut saya lebih dikit. bawa tas yang lumayan gede. yang kalo diliat liat kayaknya dia kaloo ditekuk dikit, masuk deh ke tas itu hhaa.. 

cuma ada 2 tipe orang jujur di dunia ini, anak anak sama orang mabuk
nah sepanjang perjalanan si Aza ini nyerocos terus dalam bahasa jawa yang notabene dia ngajakin gw ngobrol tapi gw gak ngerti. hahaha sepanjang perjalanan yang cukup panjang, dia ngomongin mulai dari ultramen, power ranger, entah ngomongin apayang ada kata Wedi, medeni, walang, mama, dll.. ah entah lah mungkin sama kayak kalo ngeliat orang jerman ngobrol sama orang jepang, dimana cuma bisa ngerti kalo ada kata kata yang nyerempet bahasa inggris.

untung nya gak ada yang ngeliat dan ngedenger kecuali Allah SWT. hhaa.. bahasa jawa kalo yang ngomong temen sepantaran sih ngerti, lah ini bocah 2,5 tahun ngomong bahasa jawa yang dibahas ultraman, mana ngerti gw. mana pake ada kata kata yang cukup absurd, jatuhnya ya cuma bisa ketawa dan ngobrol pake bahasa tarzan. hhaa..

tapi enaknya jadi anak umur segitu itu ya bisa ngomongin apa aja yang ada dipikiran sejujur jujurnya, tanpa takut melukai perasaan orang. hhaa..
lumayan lah ya sebagai refreshing ngobrol sama anak anak macam begitu. kocak mamen...


Sunset in airport

Yogyakarta, 12 agustus 2017 So this is the end of my (another) journey Selalu ada alasan mengapa seseorang bepergian. Sering kali un...