Saturday, August 12, 2017

Sunset in airport

Yogyakarta, 12 agustus 2017

So this is the end of my (another) journey

Selalu ada alasan mengapa seseorang bepergian. Sering kali untuk urusan pekerjaan, tak jarang mengunjungi keluarga, tak jarang untuk menenangkan diri dan mencari arti kehidupan. 

Saya teringat dulu waktu saya masih menuntut ilmu di kota ini, seorang dosen pernah berkata kepada saya "kita bepergian itu untuk mencari sesuatu yang unik, yang berbeda dari yang biasa kita lihat, dan mencari makna" 

Di penghujung perjalanan kali ini, banyak nilai dan makna yang saya dapat, bertemu teman lama, mengupdate cerita dan gosip, menambah semangat baru untuk lanjut sekolah, dan yang paling penting adalah untuk bersyukur. 

Sometimes the journey isn't   about what are we looking for, but most importantly is what we avoiding for. 

Banyak makna dalam perjalanan kita dapatkan sambil duduk, sambil merenungi apa yang sedang kita jalani, apa yang akan terjadi kedepan nya. Sebagian orang pulang membawa foto, sebagian lagi membawa makna dan pelajaran hidup. 

YOLO !! you only live once. 

Pick up your bagpack, buy a ticket, go for some random trip, and be amaze with life. 

Ps : save the earth, this is the only planet with beautiful beaches. 😉



Thursday, August 3, 2017

Airport gateway

 
Traveling sendiri buat sebagian orang aneh, tapi buat sebagian yang lain baik baik saja. Tidak jarang saya jalan sendiri, airport, stasiun, terminal, pelabuhan semuanya sudah saya coba. 

Dari sekian banyak perjalanan yang sudah saya lalui, baik itu murni karena traveling, sekolah, pekerjaan, maupun pure nyasar, saya selalu suka duduk sendirian di bandara dan pelabuhan karena itu memberikan saya banyak waktu untuk berfikir dan merenung tetnag banyak hal, kalau di terminal saya cenderung protektif dan siaga terhadap dompet, hape dan barang bawaan saya. Kadang saya duduk disini dan memgamati orang orang disekitar, mendengarkan apa yang mereka bicarakan, sesekali mendengarkan suara lain selain suara pikiran saya sendiri, biar gak gila sama pikiran sendiri

Malam ini saya sedang duduk di terminal 2F bandara internasional soekarno hatta, sekumpulan anak muda mungkin berusia sekitar 19-25 tahun dan berbahasa spanyol (I guess)sedang berbincang bincang, saya juga kurang paham apa yang mereka bicarakan, jelas saja saya tidak bisa berbahasa spanyol. Namun dari gerak gerik yang saya lihat mereka tampak nya sedang membicarakan tujuan mereka berikutnya. Ada 5 orang dalam kelompok ini, 2 diantaranya saya tebak sebagai pasangan, dan satu nya jelas merupakan porter (kuli angkut) hhaaa, bukan bukan, saya rasandia hanya sebatas teman yang masih single. Kulit mereka merah terbakar matahari, saya tebak mereka memang sengaja menghabiskan summer di indonesia. Beberapa dari mereka bercelana batik dan menjinjing tas batik yang biasa saya lihat di malioboro. Saya tebak perjalanan mereka kali ini sudah melewati kota jogjakarta. Entah apa yang mereka bicarakan dan entah kemana lagi tujuan mereka. Kembali ke negara asalnya kah? Atau masih terus berjalan mengelilingi indonesia? 
Yang jelas saya salut dan setengah iri kepada mereka yang berani jalan2 jauh menyebrangi hampir separuh dunia menuju indonesia untuk liburan. Saya selalu berfikir, kapan kira kira saya yang bisa Di posisi mereka, menenteng ransel, memegang passport di bandara negara mereka. Ah andai saja jalan jalan semudah itu. 

I always believe that "we are only one decision away from totally different life". Mungkin kalau saya berani resign dari pekerjaan saya sekarang, mengepack tas saya dan membeli tiket satu arah entah kemanapun itu, jalan hidup "normal" saya bakal berubah. Ya walaupun sebenarnya hidup saya tidak normal normal amat sih, terutama untuk sebagian orang lain. Namun sampai saat ini sih itu masih berupa angan angan (i hope one day in can do that). Sampai sejauh ini sih yang saya amati orang orang masih menjadi "material person" yaitu orang orang yg terikat secara materi. Toh kalau kita tidak terlalu memiliki banyak barang, akan dengan mudah nya kita berpindah dari satu tempat ke tempat lain, namun ternyata tidak semudah itu sebagian orang terikat secara emosional terhadap orang lain sehingga mereka akan sulit berpindah dari satu titik menuju titik lain. perhaps the heaviest things we lift are not weights but our feels. Kalau di pikir pikir omongan saya sudah terlalu ngalor ngidul. Sudahi saja lah ya. Pesawat saya juga nampaknya sudah mau berangkat dan saya harus segera masuk gate. 

Wednesday, July 26, 2017

Komponen Patah Hati

Komponen patah hati

Komponen pertama patah hati: kerinduan. “ aku perlu bertemu dengan nya, berbicara dengannya, sekarang juga” pecandu yang butuh candunya. anak yang dipisahkan dari ibunya
Dari segala komponen, kerinduan adalah komponen yang kita rasakan paling kuat dalam level fisik, tidak berbeda dari gejala gejala ketagihan yang dijelaskan oleh pecandu yang dicegah dari mengkonsumsi zat adiktif mereka. Kerinduan yang terjadi pada diri kita mengacu pada ketidak-hadiran orang yang dicintai secara sementara ataupun permanen, baik secara fisik maupun emosi. Ketidak hadiran ini bisa menghadirkan insomnia, kegelisahan, perubahan kebiasaan makan, hilang nya konsentrasi, bahkan dalam situasi-situasi yang menenuntut perhatian penuh (sebuah rapat yang penting, mengemudikan pesawat). Dan pada tahap yang lebih umum, hal itu mencegah kita dari merasakan kesenangan apapun, bahkan dari aktivitas aktivitas yang sebelumnya kita anggap menyenangkan. Efek buruk kerinduan dapat diringankan sesaat dengan mengkonsumsi alkohol, nikotin, obat penenang, ataupun narkotika) atau bahkan dengan menenggelamkan diri kita dalam aktivitas aktivitas tertentu ( kerja keras tanpa henti, televisi, olahraga fisik, hubungan fisik dengan pasangan baru atau lama).  Namun semakin kita berusaha menyingkirkan rasa keinduan itu, semakin kuat ia akan mendatangi kita kembali, seperti seekor hewan buas yang mundur hanya untuk menerjang dengan kekuatan yang lebih dahsyat.
Sebaliknya, tempat tempat, orang orang, dan perjumpaan tertentu yang menghadirkan kenangan orang yang dicintai dapat menguatkan serangan kerinduan ini: taman taman kita dulu biasa berjalan bersama, restoran tempat kita biasa berjumpa, teman yang menyaksikan cinta kita pada satu sama lain, alunan merdu yang senang disenandungkan kekasih saat dia merasa senang. Kita bahkan bisa merasakan emosi lebih kuat saaat menemukan sebuah objek yang ditinggalkan oleh kekasih. Sebotol pembersih tata rias di kamar mandi atau sepasang sandal butut disudut lemari dapat mengantarkan kita pada tingkat emosi dan penderitaan hebat dari pada sebuah simfoni, karya seni atau puisi hebat manapun.
Kerinduan ini terkadang mencapai intensitas puncak penderitaan yang membuat kita marasa takut terhadap waktu awaktu yang akan datang (“bagai mana aku akan betahan hari ini? Besok? Sepanjang sisa hidupku?”). ia juga menciptakan momen momen kealpaan saat kita menghabiskan waktu bersaama orang lain, meskipun dengan oran yang kita sukai.secara umum,dipercaya bahwa mencurahkan perasaan kita kepada teman terdekat kita atau pihak profesional bisa menghadirkan ketengenangan nyata, meskipun ini biasanya hanya berlangsung sementara.

Seperti yang orang bilang, hanya pertemuan lah yang bisa menjadi penawar rasa rindu


disadur dari buku : Hector and The Search for Happines

Sunday, May 28, 2017

a book can tell you a lot about something ... part 2 (hector and the secret of love)


baca buku merupakan keseharian yang saya lakukan, dan saya senang mengambil beberapa part penting untuk di tuliskan kembali di blog ini. berikut saya kutip dari buku hector and the secret of love




Benih nomer 1
Cinta yang sempurna tidak akan pernah diisi pertengkaran
Benih nomor 2
Terkadang kita sering betengkar dengan orang yang paling kita cintai
Benih nomor 3
“ kita tidak bisa memenangi cinta seseorang tanpa sebuah pertarungan
Benih nomor 4.
Cinta sejati adalah ketidak-inginan untuk bersikap tidak setia”
Benih nomor 5.
cinta sejati adalah tidak berbuat serong (walaupun saat kita menginginkannya)”
Benih nomor 6.
”Cinta sejati adalah selalu merasakan apa yang diinginkan oleh kekasihnya”
Benih nomor 7.
“cinta memang indah saat sang kekasih bisa merasakan apa yang kita inginkan, tetapi kita semestinya juga bisa membantu mereka dengan mengungkapkan hasrat kita”
Benih nomor 8.
“gairah adalah bagian penting dari cinta, yang diputuskannya tidak berlaku bagi semua orang atau untuk sepanjang waktu
Benih nomor 9.
“ membutuhkan orang lain adalah pertanda cinta”
Benih nomor 10.
”gairah pria dapat menciptakan banyak neraka”
Benih nomor 11.
” Cinta dan kecemburuan saling beriringan”
Benih nomor 12.
“gairah memudar setelah dua tau tiga tahun hidup bersama”
Benih nomor 13.
“ gairah dalam cinta bisa sangat tidak stabil”
Benih nomor 14.
“ perempuan selalu senang memimpikan tentang cinta, meskipun mereka sudah jatuh cinta pada seseorang”
Benih nomor 15.
”Dalam cinta, kalau kita benar benanr tahu apa yang dikatakan pasangan, mungkin kita tak akan memahami mereka sama sekali”
Benih nomor 16.
“kecemburuan tidak terpisahkan dari gairah”
Benih nomor 17.
”kecemburuan adalah tanda kelekatan”
Benih nomor 18.
”cinta berarti langsung meraskan ketika psanganya tidak baagia”
Benih nomor 19.
“ mungkinkah cinta merupakan kombinasi dari kepentingan pribadi dan emosi?”
Benih nomor 20.
“ cinta berarti masih melihat keindahan pasangan meski tak lagi terlihat oleh orang lain”
Benih nomor 21.
“cinta akan membuktikan dirinya sendiri ketika diuji”
Benih nomor22.
“cinta adalah tersenyum saat kita saling jumpa”
Benih nomor 23.
“cinta itu ibarat pintu putar. Kita berputar putar, tapi kita tidak akan pernah bisa mengejar satu sama lain”
Benih nomor 24.
“tidak ada yang mampu meredakan derita akibat cinta lebih baik daripada memfokuskan diri pada sebuah tugas”
Benih nomor 25.
“ cinta adalah kemampuan untuk bermimpi sekaligus mengetahui saatnya untuk berhenti bermimpi”
Benih nomor 26.
“ cinta adalah menolak godaan”

a book can tell you a lot about something ... part1


Hector and the secrets of love

        Dua hari terakhir ini saya sedang membaca buku ini, buku ini adalah tulisan dari Francois Lelord, seorang psikiatris. Sudut pandang nya sebagai orang ketiga sungguh mudah dipahami, terutama karena francois adalah seorang psikiater yang memang sehari hari memahami pola pikir pasien. Ini adalah buku ke dua yang saya baca, buku pertamanya berjudul “Hector and the search for happiness” dan sangat menyenangkan juga untuk dibaca. Ini adalah beberapa hal yang saya sadur langsung dari buku ini.
Francois tua memandang ke arah lautan selagi berbicara, seakan akan pemandangan laut itu menggugahnya. Dan semua orang menyeimak dalam keheningan mpenuh.
“Cinta” katanya,  adalah penyakit bagi tubuh yang dibiarkan oleh pikiran”. Bukan kata kataku sayangnya. Cinta jelas memberikan kesenangan terbesar kepada kita, walau kata itu kurang tepat. Boleh dibilang, ekstasi terhebat kita. Tarikan kapada yang lain itu, momen saat impian kita menjadi nyata, lipahan karunia ketika kita akhirnya memikirkan seseorang yang lain di luar dari diri kita sendiri, pertemuan tubuh yang menjadikan kita abadi, setidakya selama sesaat, proses trasformasi sehari hari ditengah kehadiran orang yang mencintai, ah ....  ketika wajah mereka terukir dihari kita, kecuali terkadang....” dia mendesah. “Cinta menghadirkan derita, lautan derita ... cinta yang ditolak, cinta yang terlalu banyak, cinta yang terlalu sedikit, cinta yang mati, astaga ... 

Apa yang tersisa dari percintaan kita dahulu?
Apa yang tersisa dari hari hari cerah itu...
Kegembiraanyang pudar dan rambut yang tersibak angin
Kecupan curi curi dan belaian
Apa yang tersisa dari cinta yang kita kenal
Kumohon sampaikan padaku sekarang...”



Saturday, December 24, 2016

Perbedaan mendasar rumah makan, kantin, dan restoran

Dalam beberapa tahun belakangan saya lumayan sering melakukan perjalanan,  baik on budget,  maupun on luxury travel (yaelah cuma sekali doank perasaan). Ada banyak hal yang menggelitik dan membuat saya mengklasifikasikan hal hal yg saya lihat.  Misalnya tentang tempat makan.  Oh iya tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman saya saja ya,  tidak ada referensi dari sumber terkenal dan terpercaya,  pure cuma pengalaman saya aja. 

1. Rumah makan. 
Ketika mendengar kata rumah makan,  hal pertama yang ada di pikiran saya adalah jumlah makanan nya yg besar dan porsi wareg (kenyang sampe mau muntah). dari sekian puluh kali makan di tempat bertajuk "rumah makan" dari awalnya saja sudah jelas bahwa ini adalah tempat orang makan sampe kenyang,  dengan porsi besar,  tempat yg tidak terlalu bersih,  makanan yg rasanya menengah (not good,  but not bad),  sampai jumlah pengunjung yang biasanya membludak karena memang biasanya rumah makan terkenal murah.  Nah dari sekian banyak tempat yg saya datangi,  rumah makan biasanya berlokasi di daerah2 yg ramai kendaraan,  misalnya dekat pelabuhan,  tempat peristirahatan bis,  kadang di dekat stasiun,  soal harga juga menengah. 

2. Kantin
Lain rumah makan,  lain lagi kantin.  Menurut saya kantin adalah julukan buat rumah makan kecil,  biasanya terletak di sekolah,  rumah sakit,  atau tempat public lainnya,  misal kantor atau perusahaan. Rasa makanan yg ditawarkan beragam,  cenderung biasa saja.  Makanan beragam juga tergantung mau jualan apa.  Soal harga bisa murah sampai mahal,  tergantung dari jumlah pengunjung dan siapakah pengunjung nya.  Biasanya kantin sekolah ya murah.  Hhaaa

3. Restoran
Jelas ya kalau restoran adalah rumah makan versi elit.  porsi yang disajikan biasanya menengah tidak bikin kenyang (kalo buat saya sih), harga menengah ke atas untuk makanan sekelasnya,  rasa sangat bervariasi bisa biasa aja bisa enak banget. Kebersihan restoran biasanya sangat dijaga karena pengunjung nya pun biasanya bermobil. Kalo saya sih sekelas warteg atau rumah makan aja.  Kalo makan di restoran bisa diare dan panas dingin.  Diare karena gak biasa makan enak, panas dingin karena bingung gimana bayarnya.  Hahahhaa
Kalo restoran lokasinya bisa dimana aja,  di tempat wisata,  di tengah public,  di bandara dll. 

Setiap orang bisa mengklaim nama apapun untuk tempat makan yg dia buat.  Soal harga dan rasa relatif.  Namanya juga tulisan subjektif yg gak ada juntrungannya.  Hhaaa 😂

Semoga bermanfaat.  Ciaoo

Thursday, December 15, 2016

End of 2016

2016 almost end, but i havent posted anything useful lately.  Buts its ok. Soon i post new story that i never posted.

Sunday, August 7, 2016

Searching for

7 Augustus 2016.

Here i am, sitting on the yatch. Watching the waves roll over, feel the waves with alot of things to thinking. Far over, there are ternate, tidore, maitara, hiri, standing with its greatness. The skys already turn to red, even when the sun is hiding back the mountain it still create magic color of the sky this evening. Orange red purple in cloudy sky, its just another perfect evening for me.

Actually i often going to the harbour near my home, just to sitting waiting for sunset, thinking everything. What am i gonna do later, what am i gonna eat tonight, what am i searching for, what i gonna do after all this intern thing, someday i swam or someday i just want to feel wind on my skin, waiting the sunset, and enjoy the moment.

I realize that nothing is yours permanently so, i rather be enjoy everyting while it happen right?

Lately i sat here, hearing some good music, and start to thinking, i am going this far, what am i searching for?? Then suddenly i remember something from the book i read few month ago

"more important than what we are searching for is, what are we avoiding" 

What am i searching for? Happiness? Peace? Acceptance? Or just proving my self that i can do something that i think i cant do?

Its more important to answer what is actually am i avoiding back there?

Maybe i already know what am i avoding for back there, im just not ready to face the truth.

Everybody is a liar, especially to their own heart.

Friday, July 29, 2016

Am I?

here we go again, after long time not writing or talking here, i just feel like that i have no one to talk. so im back writing here again. 

for a couple days i have been through a lot of idea that im not a good friends, 
1. im not asking how my friends going?
2. im not asking how their situation there
3. i even start thinking to skip my friends wedding, oh please  i just cant hold that thought. 

someday i thought about, who the f*ck need friends to be happy, you have to be happy with your self, but now i start thinking that, the best memory in our live is always with someone else, even while eating pizza with someone else, its perfect. 

today one of my friend "who used to call us" best friend by his own, get married, and he didnt even told me that he is getting married, so thats what makes me feel like i am such a bad friend. its ok, im still happy about him and her. im not supposed to be dissapointed because that i dont think that we're close enough. so i am continuing my life as i used to be. single, alone and independent

perhaps the heaviest thing that we carrie in our life is our feeling, and our relationships, and our friendships. so let it go, because moving is living. 

Saturday, July 11, 2015

At The End

Pada akhirnya, orang orang yang selalu membuat orang lain tertawa sering kali ternyata merupakan orang paling menyedihkan hidupnya. 

Wednesday, June 10, 2015

apa yang membuat seseorang atau suatu keadaan begitu sentimentil?
In a little while from now
If I'm not feeling any less sour
I promised myself to treat myself
And visit a nearby tower
And climbing to the top
Will throw myself off
In an effort to make it clear to who
Ever what it's like when you're shattered
Left standing in the lurch, at a church
Where people are saying
My God that's tough, she stood him up
No point in us remaining
May as well go home
As I did on my own
Alone again, naturally

menurut saya pribadi, saya bukan orang yang romantis dan perasa, namun entah apa kata orang lain. menurut saya, ada dua hal yang bisa membangkitkan suasana hati orang, entah membangkitkan kesenangan, atau membangkitkan kesedihan. 

suatu sore saat saya sedang berlari di sekitaran komplek perumahan bergaya khas eropa, tibat tiba saya playlist iPod saya memutar lagu "alone again naturally" yang dinyayikan oleh Gilbert Osullivan. baru saja intro saya langsung mengenali lagu apa dan tentang apa lagu ini, ditambah lagi memori saya akan film Love Rosie yang diadaptasi dari novel dengan judul serupa. ya kira kira lagunya menceritakan pada akhirnya, setiap orang akan sendiri, alone again naturally. karena sudah begitu takdir nya. 

saya teringat betul, bagaimana film ini menceritakan persahabatan rosie dan alex sedari kecil yang berubah menjadi perasaan lain. ya.. semua orang bilang perasaan itu cinta, tapi mereka tidak mau mengakuinya, mereka sama sama takut kehilangan sahabatnya. pada akhirnya sepanjang cerita mereka selalu kehilangan moment untuk menyatakan perasaanya. classic bukan ceritanya. tapi ya itu lah film. semakin klasik semakin menempel di kepala. 

30 menit lebih sudah saya berlari, sampai tiba tiba lagu itu diputar dan memelankan langkah saya, menikmati indahnya perumahan ini, rumah rumah bergaya eropa lama dengan halaman luas, rumput rumput yang tertata rapi, jalanan lebar dengan pohon pohon disepanjang jalan yang daunnya berguguran berwarna kuning. semakin lama langkah saya semakin pelan, hingga akhirnya saya memilih untuk berjalan dan menikmati sisa lagu ini sambil berjalan santai dan menikmati pemandangan. matahari sudah mulai turun, menyisakan langit senja yang merah. ah..saya pikir lagu ini terlalu mellow buat saya, entah kenapa playlist yang di random dari ribuan lagu diiPod saya memilih lagu ini. mungkin Tuhan tahu, kapan saya harus menikmati hari hari saya yang cukup penat. 

kombinasi pemandangan yang jarang dilihat ini, semburat cahaya senja kemerahan di langit, ditambah lagu yang mellow. oh... cukup sudah... mungkin  memang benar, bukan lirik lagu yang membuat sesuatu menjadi menyedihkan, tetapi hal atau cerita yang terekam dibaliknya saat kita mendengarkannya pertamakali. sama seperti saya yang tiba tiba merasa menjadi alex yang selalu takut dan tidak berani menyatakan perasaanya kepada rosie selama puluhan tahun, selalu saja terkacaukan oleh situasi, dan mendapat kabar bahwa rosie disana, menikah dengan orang lain. oh poor alex, poor rosie. 

alone again, naturally. 


Monday, June 8, 2015

Teori " Mengapa pada akhirnya semua orang menikah"

Lama, kata yang menyatakan satuan waktu paling tidak baku di seantero Jagad, Jauh, kata yang menunjukan jarak yang sangat dipengaruhi persprktif seseorang terdahap suatu tempat. hampir satu tahun saya tidak berkunjung ke situs pribadi ini untuk berbagi cerita, bukan, bukan karena saya tidak sempat. tapi masalah prioritas saja. dalam dua tahun belakangan ini hidup saya sedang dipenuhi oleh berbagai hal, sehingga menulis di blog ini tidak lah menjadi prioritas. saya jadi ingat janji janji manis yang saya buat dulu bahwa saya akan rajin menulis pengalaman saya disini, bukan bukan untuk di baca orang. tetapi sebagai pengingat betapa intens nya hidup saya. 

Im not in love #cuih. bukan bukan karena saya jatuh cinta saya tidak lagi mengurus hal hal di blog ini. ngomong ngomong masalah cinta, saya udah lupa rasanya mencintai dan dicintai, beberapa tahun belakangan ini saya hidup sendiri, jauh dari keluarga, jauh dari cinta, tapi gak jauh dari teman kok. jadi its fine, we born alone, we die alone, everything is optional. 

Saya jadi pengen nulis beberapa hal tentang hubungan percintaan. hahaah...

dalam beberapa bulan terakhir, banyak teman saya, baik teman sekolah, teman kuliah, bahkan teman profesi saya yang akan menikah. saya jadi bertanya, kenapa sih semua orang pada akhirnya akan menikah? 

berikut ini teori saya yang ala ala baca bungkus gorengan. 

1. Mereka sudah tidak sanggup tidur sendiri
halah, teori hasil semedi di WC sambil baca bungkus gorengan ini tiba tiba aja keluar waktu saya ngobrol sama si Abang. kalo di pikir pikir bener juga sih ya, coba bayangkan, sudah hampir 17 tahun kita tidur sendiri (kalo dihitung dari umur 6 tahun udah gak tidur bareng orang tua) bosen donk ya, bobo sendiri, kalo ada temen nya lebih seger mungin #apacoba

2. Mereka sudah bosan tidur dengan Guling yang pasif
halah, teori apa lagi ini, hasil obrolan saya dengan si Abang emang selalu berujung kepada hal hal yang ngeres. Guling yang pasif, istilah macam apa coba, ya sudah lah ya, tanpa penjelasan panjang lebar pun saya yakin yang kebetulan baca post ini udah ngerti maksudnya. 

3. Mereka semua butuh teman yang siap 24 jam. 
oke teori yang ini memang hasil buah pemikiran saya dan teman jalan jalan saya. sebagai mana kita tahu, sebagai seorang mahluk sosial, kita semua butuh seseorang. Bahkan Adam "jordan" (korban sinetron era 90an) saja butuh Eve. singkat cerita dalam puluhan tahun kehidupan sebagai seorang manusia, pasti punya teman silih berganti ya donk. nah sebagai seorang yang single, sudah pasti orang tersebut butuh teman, bahkan samapai ada yang menciptakan teman khayalan bukan untuk membunuh kesendirian. nah teori ini bilang bila, manusia pada umur umur 24,25,26,27 sudah sampai lah saat saat jenuh untuk terus berganti teman (baca : sahabat, tempat cerita, dan lain lain). makanya akhirnya mereka menikah, ya pasti donk orang menikah kepengen untuk selama nya, makanya mereka akhirnya menikahi seseorang yang dirasa cocok untuk menemani 24 jam, tidak dalam bentuk fisik, tapi dalam bentuk rasa aman, rasa dicintai, dan rasa MEMILIKI. ya gak usah lah munafik bilang kalo cinta tak harus memiliki. cuma ada di lagu cuy. 

4. Mereka bosan ditinggal nikah, makanya nikah.
oke ini teori yang sangat nelangsa luar dalam. intinya adalah, seseorang menikah karena bosan ditinggal teman teman nya pada nikah, dia hampir ngerasa selalu ditinggal, sehingga pada akhirnya dia memilih untuk menikah juga. dan seketika virus menikah ini menjangkit orang orang sekitar nya juga. halah teori kacang goreng banget deh. 

5. Mereka butuh objek, dan kadang rindu jadi objek
pasti bingung maksudnya butuh objek dan rindu jadi objek?. maksudnya gini. secara harfiah, manusia memang butuh mencintai dan dicintai, menyayangi dan disayangi. gak usah tanya saya tahu dari mana, ingat teori selalu berada dibalik teori yang mendahului, jadi kata kata tadi juga berasal dari teori ala bungkus gorengan saya yang lain. hahha. back to topic, nah intinya manusia itu mencari objek untuk dicintai, dan butuh subjek yang juga mencintai mereka. pusing kan.... yaudah lah ya...

6. the theory of almost everything
pada dasarnya, manusia memang tuhan ciptakan demikian, saling membutuhkan dan saling melengkapi, udah ada kan di kitab suci berbagai agama?? ya udah kalo udah bawa bawa kata TUHAN, teori ala bungkus kacang goreng saya kalah. 

so inti dari tulisan ini adalah,.. gak ada. hahaha.. tapi saya pribadi paling percaya dengan teori nomor 3 dan 4, setali tiga uang, teman jalan jalan saya juga berpikir demikian. pada akhirnya kita akan merasa bosan ditinggalkan, dan akhirnya kita mencari teman sehidup semati yang "mudah mudahan" tidak akan meninggakan kita. 

berikut saya kutip kata kata dari film Sherlock Holmes

Holmes " why are you marry that girl? shes terrifying, sad, and so unstable in emotional manner, please don't say, i don't know, i just fooled around and fell in love with her" 

and with full of confidence, he said "Holmes, i don't want to die Alone, and i'm sure nobody wants to die alone" and then he walk to the altar of the church, and getting married. 




Thursday, June 26, 2014

A border that breaks

"When was the last time you doing some thing for the first time?"

Ya kira kira itu yang belakangan ini ada di benak saya. 

Angin dingin di atas kawah ijen masih terasa menusuk ke tulang, saya tidak pernah lupa hari dimana saya merasa tertipu dengan kata kata " melihat kawah ijen" yang saya yakini dari kata melihat adalah menaiki tangga beberapa ratus meter, dan melihat langsung ke kawah yang konon terkenal itu. Gampang nya mungkin seperti melihat tangkuban parahu di bandung sana. 

02.15, 16 juni 2014
Langit masih jauh dari kata terang, bulan masih tinggi, sisa sisa purnama masih jelas terlihat, bintang bintang berkelip menemani perjalanan kami. Tidak pernah ada gambaran buat saya untuk mendaki gunung ijen menuju kawah untuk berburu "blue fire" yang tersohor seantero jagad. Bahkan perjalanan kali ini saya tidak mencari literaturnya sama sekali. Elemen sureprise dari sebuah perjalanan adalah al yang paling saya nanti. Perjalanan kali ini saya percaya kepada kawan saya. Saya hanya ikut saja apa yang dia jalankan. Sehingga persiapan untuk hiking tetntu tidak ada. Padahal kawan saya itu sudah bilang, " nanti seminggu sebelum ke ijen, ya jogging jogging dulu ya, lumayan, meningkatkan kapasitas fungsional" tapi ya apa daya, rasa malas mengalahkan segalanya. 

Perjalanan menuju kawah ijen memakan waktu kurang lebih 2- 2,5 jam. Jalur trekking nya termasuk jelas dan mudah dilalui, karena jalannya lebar dan sudah jelAs. Jalur sepanjang 3 km itu memiliki sudut inklinasi kira kira 30-45 derajat. Sulit memang. Ditengah perjalanan, pemandangan langit yang berbintang sangatlah memanjakan mata. Suara angin gunung yang khas juga sangat enak di dengar. Sayang nya suara angin kadang kalah sama suara nafas yang tersengal sengal. Rombongan kami naik bertujuh, dan saya dan dua orang kawan tertinggal di belakang, yang lain duluan. Saya tudak bisa jalan terburu buru apalagi mendekati puncak, jalan semakin terjal, dan bau sulfur dari kawah makin kuat tercium. Sesak semakin menjadi jadi, ditemani rasa mual. Sempat lah saya mengeluarkan isi lambung ini, walau hanya cairan asam nya saja. Belum lagi mata yang pedih. Saat jalan sudah semakin mendatar, teman saya bilang bahwa kita hampir tiba, dan waktu menunjukan pukul 04.20 suara angin gunung semakin sering terdengar, udara semakin dingin dan oksigen semakin tipis, kecepatan mengatur nafas menurun drastis. Telinga rasanya membeku. Terakhir kali saya merasa sedingin ini adalah ketika saya berada di amsterdam saat itu hanya musim gugur padahal. Setiap kali berbicara sudah pasti beruap. Khas tipikal tempat dingin. Semakin lama angin semakin kencang, menandakan bahwa kami hampir sampai di puncak. Seketika angin seperti akan mendorong saya jatuh ke jurang di sebelah kanan saya. 

Puncak, itu lah yang saya pikirkan. Apakah ini sudah akhir perjalanan mendaki ini? Ditengah tengan mengatur nafas, merapatkan jaket dan memasukan tangan ke kantong.

Im finally here. Speechless

Angin diatas sangat kencang dan dingin. Saya buru buru bertanya kepada bapak yang sejak dini hari sudah mengangkut belerang. 
"Pak kalau saya mau melihat blue fire, kemana kah arah saya harus berjalan" 
" mas jalan aja ke sana sedikit, dari sana aja udah kelihatan kok, kalau mau jelas ya turun kawah mas" sambil menunjukan arah 
Dari sudut itu lah pertama kalinya saya melihat blue fire yang tersohor, yang konon hanya bisa dilihat di dua tempat, di kawah ijen, dan di islandia, dan konon katanya juga, bahwa blue fire ini adalah yang terbesar di dunia. 

What a wonderful indonesia. 
satu lagi pengalaman luar biasa. 
When was the last time you doing something for the first time? Tonight is my first time seeing blue fire, not from google or travel blog, i see it clearly with my eyes. 


Wednesday, June 25, 2014

Hi you there

Hi... Long time no see
Apa kabar blog ini yang sudah hampir penuh sama lumut? 
Rasanya banyak banget hal hal yang harus di ceritain disini. Hampir 2 tahun banyak cerita cuma di pendam dalam kepala. Memenuhi sesak gempita dalam dada. 
Inginnya sih nulis namun apa daya, rasa malas mengalahkan segalanya. 

As soon as possible saya akan kembali nulis disini. 

Menemani blog ini yang hampir berlumut.

Monday, December 2, 2013

Ngobrol gak nyambung sama anak 2,5 tahun

Playen, 2 Desember 2013
Aza, sebut saja begitu. cucu kedua pak dukuh playen 2 ini emang beda sama anak yang lain. dia selalu penasaran sama apa yang saya kerjakan. kalau saya nyeduh teh tarik atau susu atau makan apapun, dia selalu nanya dalam bahasa jawa. buat saya pribadi, saya gak terlalu suka sama anak kecil usia >1 tahun, karena udah susah di ajak main, udah bisa lari larian kemana, dan rewel. Tapi beda sama anak yang satu ini. tipikal anak seumurnya kan nakal. ini menurut saya nggak nakal tuh. malah cenderung lucu. 

suatu ketika, saya bareng temen2 lainnya mau ngajar bimbel anak anak SD di sini. nah berhubung anak2 kecil pada ikut semua, keluar lah dia menggunakan tas bergambar robot dan pakaian rapi. saya tanya " mau kemana boi? (panggilan saya ke dia)" lalu dia menjawab dalam bahasa jawa yang sangat cepat dan saya cuma bisa tangkap " ikut mas" >> mas itu kakak sepupunya yang juga masih bocah. 

ibunya Aza ini nitipin Aza ke saya, untuk ikut bimbel. ya namanya juga anak 2,5 tahun. palingan main. tapi dititipin anak orang, ya sudah. akhirnya jalan lah saya sama dia berdua, tingginya paling selutut saya lebih dikit. bawa tas yang lumayan gede. yang kalo diliat liat kayaknya dia kaloo ditekuk dikit, masuk deh ke tas itu hhaa.. 

cuma ada 2 tipe orang jujur di dunia ini, anak anak sama orang mabuk
nah sepanjang perjalanan si Aza ini nyerocos terus dalam bahasa jawa yang notabene dia ngajakin gw ngobrol tapi gw gak ngerti. hahaha sepanjang perjalanan yang cukup panjang, dia ngomongin mulai dari ultramen, power ranger, entah ngomongin apayang ada kata Wedi, medeni, walang, mama, dll.. ah entah lah mungkin sama kayak kalo ngeliat orang jerman ngobrol sama orang jepang, dimana cuma bisa ngerti kalo ada kata kata yang nyerempet bahasa inggris.

untung nya gak ada yang ngeliat dan ngedenger kecuali Allah SWT. hhaa.. bahasa jawa kalo yang ngomong temen sepantaran sih ngerti, lah ini bocah 2,5 tahun ngomong bahasa jawa yang dibahas ultraman, mana ngerti gw. mana pake ada kata kata yang cukup absurd, jatuhnya ya cuma bisa ketawa dan ngobrol pake bahasa tarzan. hhaa..

tapi enaknya jadi anak umur segitu itu ya bisa ngomongin apa aja yang ada dipikiran sejujur jujurnya, tanpa takut melukai perasaan orang. hhaa..
lumayan lah ya sebagai refreshing ngobrol sama anak anak macam begitu. kocak mamen...


Thursday, November 28, 2013

dokter dalam perspektif FTV

Entah apa yang sedang terjadi di negara ini, saya tidak mengerti. yang saya tahu, pemberitaan merajalela, artis A ribut dengan Artis B, pejabat A diduga korupsi, dan lain lain. dan yang paling sering saya rasakan dari negara ini adalah GENERALISASI.

akhir akhir ini sedang heboh pemberitaan tentang dokter. ya tentang kriminalisasi, tentang malpraktek, tentang betapa pengobatan alternatif hanya membuahkan pekerjaan ekstra untuk dokter karena komplikasi yang dirasakan oleh pihak tersebut. 

we only see what we want to see,
we only hear what we want to hear
we only believe what we want to believe 
kira kira itu yang saya tangkap dari semua pemberitaan, teriakan para dokter, keluarga pasien, bahkan orang awam yang mungkin hanya ikut2an berkomentar masalah ini. saya bersyukur saya berada di lingkungan dimana ketika saya akan berkomentar atau menuliskan sesuatu, harus ada basic nya, tidak bisa hanya asal comot dari media atau wikipedia. haruslah dari sumber yang relevan, dan "netral" serta berilmu, tidak boleh hanya melihat satu masalah dari satu sisi. beda sudut pandang sudah pasti terjadi dalam hal ini, lucunya, kedua pihak merasa bahwa keduanya sesama menjadi korban.. lalu korban dari siapa? dari apa? entah lah. 

indonesia saya rasa sedang memasuki masa masa baru, sedang terjadi krisis kepercayaan dari masyarakat kepada pemerintah, kepada media, kepada pengacara, dan kepada dokter. 

hampir ratusan artikel saya baca, mulai dari berisi pendapat, penjelasan hukum, Rencana anggaran pembelanjaan nasional, defensive medicine, sampai kronologis kasus. dan yang saya ketahui adalah bahwa setiap orang meributkan hal yang berbeda. sekelompok besar meributkan tindak kriminalisasi, sebagian lainnya ada yang membicarakan hak pasien dan kewajiban dokter, berhubung sumpah, yang mungkin isi sumpahnya pun dia tidak tahu. sebagian lainnya malah sambung menyambung ke masalah "profesi kebal hukum" lah, "biaya pendidikan lah", komersialisasi lah, hingga bekerja sama dengan pabrik obat. hhaa.. saya semakin bingung. saya rasa debat di media ini gak akan ada juntrungannya.. hampir sama kayak acara debat pengacara atau lawak di tv. semua berakhir tidak bahagia. mungkin lebih baik FTV, semua pihak mendapatkan cintanya masing2, hidup bahagia selama lamanya (korban ftv)

Banyak dari artikel dan komentar komentar pedas itu berkata " coba anda sebagai dokter, posisikan jika keluarga anda yang kena malpraktik" atau "coba anda bayangkan jika keluarga anda yang meninggal", bahkan ada lagi yang komentar "kalau yang meninggal keluarga anda, apakah anda akan berdemo solidaritas kepada "saudara kandung" sejawat anda atau memilih keluarga anda"

dalam pandangan saya, pendapat itu bisa dijadikan cermin bahwa emosi atau keterlibatan emosional akan memerankan peranan penting dalam perspektif seseorang. jika menurut dia itu salah karena melukai orang terkasihnya, atau pihak yang "tampak teraniaya" maka apapun yang terjadi, walaupun yang dilakukan sudah benar tetap salah di mata orang tersebut. 

contoh lucunya seperti ini.

ada sepasang kekasih A dan B sedang jogging bersama di taman kota, hingga suatu ketika si A terkena henti jantung mendadak. dan anda adalah seorang non medis yang mengerti apa yang harus dilakukan, yaitu resusitasi jantung paru (karena anda  membaca di google, atau mendapat pelatihan dari kampus atau mapala), dengan inisiatif tinggi, anda ingin menolong pasien tersebut, anda memanggil bantuan, memanggil ambulance, mengecek nafas, denyut nadi dan akhirnya melakukan nafas buatan dan pompa jantung (RJP: resusitasi jantung paru). dengan niat yang sangat mulia tersebut anda bilang kepada si B bahwa anda melakukan pertolongan karena si A butuh RJP. si B menangis di sebelah si A, dan beberapa warga datang melihat dan bingung. 
anda sadar bahwa apa yang anda lakukan hanya memiliki kemungkinan kecil (kurang dari 20%) untuk berhasil, tapi anda tidak jera berusaha menolong. hingga akhirnya ambulance datang, dan si A telah anda RJP selama 20 menit tapi tidak berhasil, dan dinyatakan meninggal.
si B akhirnya menuntut anda karena anda tidak berhasil menyelamatkannya... dan malah menyebabkan kematian pada si A. kegiatan ini dibawa ke pidana, dan anda diputuskan hukuman karena menolong dan gagal. 

ditambah datanglah awak media datang dan membuat berita yang terbaharui setiap menitnya dengan judul yang WOW "seorang Pria menolong warga yang pingsan, namun meninggal" disusul berita lain yang juga provokatif  "Pria 'penolong' maut itu adalah warga biasa yang dapat pelatihan dasar" disusul lagi berita lain "seorang warga yang pingsan meninggal, karena penolong ini gagal"

namun anda defensive dengan bilang, bahwa saya mencoba menolong, kemungkinan RJP untuk berhasil memang rendah, dan berbagai alasan lainnya yang memang BENAR. namun apa yang dilihat si A dan keluarga serta warga adalah anda menolong dan gagal hingga menyebabkan pasien meninggal. yang dilihat bukan lah " anda telah berusaha menolong sesuai prosedur dengan benar, dan pasien tetap meninggal karena sebab yang tidak bisa diprediksi" 

see?? we only se what we want to see..

lucu bukan hidup dinegara ini? mungkin kalo hal ini menimpa saya, saya akan berifkir gak usah nolong, biarkan takdir yang disalahkan atas kematian si A. 

so, sudahkan anda berfikir dari sisi sebelahnya, ketika anda adalah penolong nya? 

banyak lagi kejadian lucu menurut saya

"pasien butuh dokter, tapi dokter lebih butuh pasien" kata seorang dalam akun twitternya. hhaa.. twitter kok dibawa serius banget, orang yang ngurusin negara aja kadang gak serius. hhaa.. tapi tiba tiba saya berfikir lagi. 

" pasien butuh dokter, tapi dokter lebih butuh pasien" yo wis toh kalo memang saling membutuhkan gak usah sok sok nyalahin. ibarat sepasang kekasih (lagi), si C dan si D .
si C bilang " aku butuh kamu, tapi kamu lebih butuh aku" si D pun berpikiran yang sama. gak ada juntrungannya, akhirnya putus, bubar, dan dua duanya sama sama terluka. lalu datanglah pernyataan atau berita "dalam kamus hidup saya, saya tidak perlu dokter, masih ada google dan pengobatan alternatif, saya bisa sembuh dengan itu"   yah kira kira kalo pernyataan ini sama kayak." aku gak butuh di D, masih ada si E dan F" dimana si E ini terkenal PHP, dan si F ini terkenal suka tebar janji palsu dan matre. akhirnya apa? si C terluka lebih parah, dan kembali ke pelukan si D. namun D masih menerimanya, dan mau memperbaiki hubungannya, mengobati si C yang terluka dan bangkrut karena si E dan F. namun akhirnya apa? si C meninggal, keluarga si C sedih, begitu pula si D terluka. 

hubungan yang aneh memang. 

seharian kemarin saya membaca berita yang simpang siur, melihat pemberitaan yang menyudutkan, melihat acara tv yang kurang berimbang, dan terbentuk lah dalam benak saya bahwa masyarakat sudah tidak lagi percaya dengan dokter. 
namun muncul berita di TV "seorang warga kecewa karena tidak mendapat pelayanan di poli jantung" dan berita lain lain. saya juga jika menjadi orang tersebut akan marah, dan kecewa. saya memikirkan hak saya untuk berobat tidak terpenuhi karena dokternya menggelar aksi solidaritas. apalagi jika posisi saya sedang sakit. yang saya percaya adalah dokter ini melanggar hak saya untuk berobat, tanpa berfikir. dokter juga punya hak untuk mengungkapkan suaranya. sama seperti saya yang juga pasti ingin pendapatnya didengar. namanya juga orang sakit, pasti tidak berfikiran secara jernih. ah sudah lah.. kadang media saja yang lebai dalam memberitakannya. tapi toh masih "ada" orang yang percaya kepada dokter ternyata. begitu juga saya percaya.

jika kemarin seharian saya membaca berita yang gak jelas juntrungannya. hari ini saya ke puskesmas. disini saya lihat, masih banyak warga desa ini masih pergi untuk berobat, masih sangat menghormati dokternya. dan bahkan dokter yang berdiskusi dengan saya masih sangat muda, dan terlihat lembut, mau menjelaskan setiap detailnya kepada pasien lansia di sebelah saya yang mungkin saja "kurang" berpendidikan. dia menjelaskan sedetail mungkin. jika saya dalam posisinya mungkin saya udah malas menjelaskan hal2 begitu, apalagi yang mengantri banyak sekali. 
sempat kesal ketika mengantri, karena dokter memeriksa pasien itu lama sekali memberikan konsultasi dan saran yang detail. hal ini biasa yang sering dikeluhkan pasien. tapi saya juga pasti ingin dikonsulkan lebih lama oleh dokter itu, sejelas2nya tentang penyakit saya, tentang cara minum obat, dan makan, tanpa memikirkan perasaan orang yang antri di belakang saya. see?? kira kira gitu kali ya. 

saya yakin, dokter2 masih mau memberikan pelayanan terbaiknya. seperti yang saya lihat hari ini di puskesmas. dan saya juga yakin masyarakat masih banyak yang percaya. 

buat para dokter dan calon dokter sekalian, tetap semangat untuk belajar demi orang orang yang "masih" percaya terhadapmu. 

its better to not knowing at all, than half knowing. 

Wednesday, November 27, 2013

But you're long gone and move on

Cause I still don’t know how to act Don’t know what to say Still wear the scars like It was yesterday But you’re long gone and move on…

KKN day #17

Playen, 27 november 2013
Pagi ini Langit mendung, tapi hujan juga belum turun, dan akhirnya saya memutuskan untuk jogging pagi. Dengan berbekal uang 17 ribu, armband, mp3 player, dan tekad bulan di pagi yang dingin. Jogging pagi ini sebenarnnya males banget, tapi apa daya, perut bergelambir dan rasa gampang lelah membuat rasanya udah harus jogging lagi deh.

Lari ditemani discography dari pentatonix, robin tickhe, ellie goulding, boyce avenue, dan one republic. Lumayan nambah semangat. Judul playlistnya “can’t hold us”, lari campur jalan cepat. Lama juga ternyata gak lari, bikin cepet capek. Lari dari padukuhan playen 2 sampe ke jati sari. Lumayan jauh juga..

Sebentar duduk duduk di pondokan subunit 4, ngobrol ngalor ngidul pulang

Akhirnya langit hujan gerimis romantic,,, keluar dari pondokan suasana syahdu banget, ngelewatin sawah2 gitu, disapa beberapa warga yang juga berangkat bertani di tengah hujan. Salahnya playlist dia memutar lagi dari the script “long gone and move on”. Ya ampun liriknya, disaat lagi galau inget seseorang, dan dia harus memutar long gone and move on, ditambah suansana hujann hujan gerimis romantic. Perfecto..

Ah sudah lah, biarkan hari ini jadi moment mengingat dia. Hanya dia..



Tuesday, November 26, 2013

Kuliah Kerja Nyata(nya)??

                   Mungkin itu judul yang cukup pantes buat postingan kali ini. Rasanya udah lama banget gak posting disini. Kali ini postingan akan menceritakan tentang kuliah kerja nyata alas KKN. Iya yang istilahnya sama kayak Korupsi Kolusi dan Nepotisme.

Everything in life is temporary, so it things are going good enjoy it because it wont last forever, and if things are going bad, don’t worry, it cant last forever too.

                Ditengah tengah masa pendidikan profesi kedokteran saya. Kampus mengharuskan saya untuk mengikuti kegiatan KKN yang “katanya” dan memang “nyatanya” wajib diikuti oleh semua mahasiswa kampus. Sebagian lain menganggapnya liburan, sebagian lain menganggapnya bencana. Saya pribadi menganggapnya sebagai kegiatan semi liburan. Bagaimana tidak, dari kegiatan perkoasan yang hampir setiap hari masuk jam 6.30, sekarang kami bisa bangun bahkan jam 8. Habis mandi langsung makan, karena disediakan bu dukuh yang super baik. Suasanya pedesaan yang menyenangkan, dinginnya alam, dan yang tak kalah penting adalah beberapa spot wisata di sekitar desa lokasi KKN. Alhamdulillah

Thursday, April 4, 2013

The Hills Have eyes edisi Pacitan – Jogja




            Siapa pernah nonton The hills have eyes? Itu tuh film horror thriller yang ceritanya tentang tentara yang bertugas di bukit yang ada bekas pertambangannya. Disitu mereka di serang oleh sesosok makhluk yang merupakan evolusi dari manusia yang kelamaan hidup di tambang. Seremnya kalo pria yang tertangkap, mereka di makan, tapi kalo wanita, mereka di tangkap, diperkosa (untuk berkembang biak) trus mereka di sekap sampe melahirkan, sampai akhirnya mereka udah gak dibutuhkan trus di makan. Brr.. loh trus kenapa jadi cerita ini.. disini saya mau cerita perjalanan waktu saya dan 4 teman saya pulang dari pacitan. Ya emang sih gak ada hubungannya sama hal hal tadi. Hahah random

            Alkisah malam itu kami pulang dari pacitan selepas berburu pantai cantik. Perjalanan pulang kembali melewati jalan waktu pergi, hanya saja sudah malam sehingga jalanan gelap. Perjalanan melewati cukup banyak hutan-hutan dan bukit (ya gak bukit banget sih) tapi lumayan lah. Pengemudinya adalah teman saya dr. R dia membawa mobil dengan hati hati. Di saat posisi yang lain sedang tidur hanya tinggal kami berdua yang terjaga. Jelas karena dia nyupir, dan saya harus bertahan sebagai Co.Driver, gak sopan donk ya kalo ditinggal tidur. Posisi duduk saya di belakang, tengah, dua orang om om, dr. A dan dr. Z sedang tidur dan bersandar ke jendela. Tiba tiba dikejauhan, saat mobil kami tinggal berjalan sendiri memecah keheningan malam, sang pengemudi berkata “eh kok lampu sebelah mobil kayaknya mati ya?”. “ah masa mba?” nuansa sepi, jalanan basah sehabis hujan menambah kesan horror perjalanan ini. Sedetik kemudian, dia mematikan lampu mobil, dimana posisi jalanan sangat sepi dan GELAP GULITA, kanan kiri jalan adalah hutan hutan tak bertuan yang mungkin mengarah ke jurang. Seketika kemudian, kedua orang didepan berteriak dan membangunkan yang lain. Saya ekpresi datar dengan hati yang cetar cetar. Ketika bangun dr.Z bertanya, “kenapa sih kok pada teriak”. Dengan serta merta pengemudi kembali bercerita, dan mematikan lampu mobilnya. Spontan sekarang jadi penuh teriakan deh semobil. Sebenarnya apa yang kita bayangkan? Saya membayangkan kalau begitu lampu dinyalakan, ada sesosok anak kecil yang memegang boneka dan menatap tajam kearah mobil kami, trus ketabrak, trus jadi menghantui kami gitu. Yang lain mungkin membayangkan akan ada pocong atau lain lain. Semacam di film black Cadillac atau supernatural. Mau tau apa yang pertama kali kami lihat saat lampu mobil mmenyala kembali? Sesosok putih di kejauhan dekat pohon2, awalnya saya berfikir itu semacam pocong atau sebangsanya. Setelah dilihat lebih jauh, itu adalah gapura yang nampaknya baru saja di cat, dan menandakan kami sudah memasuki provinsi DIY. Syukur tidak terjadi apa apa kepada kami yang masih imut imut ini. Akhirnya perjalanan ke pacitan di selesaikan dengan menyenangkan dan sedikit klimaks keteganggan di akhirnya. Ya bagaimanapun namanya jalan jalan harus tetap Hore..

Bagian pertama bisa dilihat disini : Pacitan part 1
bagian kedua bisa dilihat disini: Pacitan part 2

Menerjang Ombak kehidupan di pantai Pacitan : Pantai Watukarung






Suasana Pantai Watukarung, Surfing area disaat setelah Hujan. hujan di pantai romantis juga ya 


            Masih dari perjalanan yang sama, ketiga om om di kursi belakang mobil hanya bisa mengagumi ketangkasan sang pengemudi wanita yang lihai membawa mobil ditengah jalan sempit berbukit. Sampai akhirnya ketemu plang bertuliskan pantai watukarung, surfing area. Horeee.. pantai baru…
            Sesampainya di pantai, cari parkiran mobil, siap siap keluar dan menceburkan diri kelaut, dan akhirnya. BRESSSS hujan sodara sodara… HUJAN deras. Langit menangisi kehadiran kita. Alah bahasa gw.
Berpose Di cottage orang. ini bagus cottagenya
            Ini adalah pertamakalinya gw kepantai dan hujan, ternyata hujan di pantai itu romantic ya, dan DINGIN. Anginnya gak nahan. Kalo Cuma lari lari di pasirnya sih romantic, tapi begitu ngeliat ombaknya, buset dah, jadi horror. Ombaknya mendadak jadi tinggi banget. So sambil nungguin hujannya berenti, gw dan temen temen makan indomie deh, indomie rebus pake air laut biar gak usah pake bumbu #yakali.
            Gw sama dr.Z (ini serius ya temen gw udah dokter), sok sokan lari romantis2 di pantai sambil hujan (biar kayak drama korea itu loh), tapi failed karena takut ombak. Akhirnya kita malah masuk cottage yang bagus gitu. Numpang berteduh, dan menikmati suasana sambil nungguin indomie. Indomie datang, dan 5 orang kelaparan langsung heboh.. yang jelas sudah tidak ada batas antara kami, saling comot satu sama lain hahaha. Salah satu temen gw (yang tadi kehilangan kerudungnya) di pantai ini dia make jas ujan ala batman itu loh. Mungkin biarkayak videoclipnya cold play yang yellow. Kan pake jas ujan juga tuh. Hahhaa pokoknya udah random abis deh kita ber 5
Rebutan Indomie 
            Sekitar 15 menit kemudian hujann berhenti, dan kita mau nyebur kelaut, tapi dilarang sama ibu yang jualan indomie, ombaknya masih terlalu besar. Akhirnya kita Cuma duduk2 di perahu nelayan sambil menikmati deburan ombak serta seberkas cahaya matahari yang mencoba masuk menembus awan mendung. Jarak antar laut dan perahu yang kami duduki mungkinsekiat 3-5 meter. Tapi berhubung ombaknya besar percikannya bisa terasa. Sampai suatu ketika, disaat semua sedang menunggu2 ombak, ombak yang datang terlanjur besar, sampai perahu yang kita dudukin keseret ombak, 2 orang temen gw kabur duluan, gw berusaha nahan temen cewek gw di kanan supaya gak jatoh, eh yang jatoh temen gw di kanan, untung dia pegangan ke kaki gw yang mulus ini #eh. Jadi gak keseret. Tapi tetap saja memakan korban, sandalnya kebawa arus. Sedihnya cerita ini harus diakhiri dengan sandal yang kehilangan pasangannya karena ombak *ngeplay lagu Bruno mars biar tambah galau*. Walau akhirnya si pasangannya ketemu. Namun semua sudah tidak sama….
            Beruntunglah kami ber 5 selamat, perahu yang kita dudukin keseret mendekati laut, dan akhirnya kita dorong2 supaya balik ketempat semula. Kalo ketahuan sama pemiliknya ya gak enak juga sih. Setelah insiden ombak besar itu kita memutuskan untuk segera mandi, dan tidak bermain sok sok galau di pinggir pantai berombak. Terbukti tidak cocok. Walau demikian. Perjalanan ini tetap saja hore. Karena horeholic, bagaimanapun harus tetap hore. Ngomong ngomong, sandal teman saya ini akur lagi kok dua duanya. Semoga mereka langgeng dan alam tidak kembali mencoba memisahkan mereka.
Menikmati Pantai yang berombak besar. kekuatan alam yang mengagumkan

Postingan serupa dapat diakses di http://travelhoreholic.wordpress.com
Cerita bagian pertama dapat diakses di sini : Pacitan part 1

Sunset in airport

Yogyakarta, 12 agustus 2017 So this is the end of my (another) journey Selalu ada alasan mengapa seseorang bepergian. Sering kali un...