Thursday, April 4, 2013

The Hills Have eyes edisi Pacitan – Jogja




            Siapa pernah nonton The hills have eyes? Itu tuh film horror thriller yang ceritanya tentang tentara yang bertugas di bukit yang ada bekas pertambangannya. Disitu mereka di serang oleh sesosok makhluk yang merupakan evolusi dari manusia yang kelamaan hidup di tambang. Seremnya kalo pria yang tertangkap, mereka di makan, tapi kalo wanita, mereka di tangkap, diperkosa (untuk berkembang biak) trus mereka di sekap sampe melahirkan, sampai akhirnya mereka udah gak dibutuhkan trus di makan. Brr.. loh trus kenapa jadi cerita ini.. disini saya mau cerita perjalanan waktu saya dan 4 teman saya pulang dari pacitan. Ya emang sih gak ada hubungannya sama hal hal tadi. Hahah random

            Alkisah malam itu kami pulang dari pacitan selepas berburu pantai cantik. Perjalanan pulang kembali melewati jalan waktu pergi, hanya saja sudah malam sehingga jalanan gelap. Perjalanan melewati cukup banyak hutan-hutan dan bukit (ya gak bukit banget sih) tapi lumayan lah. Pengemudinya adalah teman saya dr. R dia membawa mobil dengan hati hati. Di saat posisi yang lain sedang tidur hanya tinggal kami berdua yang terjaga. Jelas karena dia nyupir, dan saya harus bertahan sebagai Co.Driver, gak sopan donk ya kalo ditinggal tidur. Posisi duduk saya di belakang, tengah, dua orang om om, dr. A dan dr. Z sedang tidur dan bersandar ke jendela. Tiba tiba dikejauhan, saat mobil kami tinggal berjalan sendiri memecah keheningan malam, sang pengemudi berkata “eh kok lampu sebelah mobil kayaknya mati ya?”. “ah masa mba?” nuansa sepi, jalanan basah sehabis hujan menambah kesan horror perjalanan ini. Sedetik kemudian, dia mematikan lampu mobil, dimana posisi jalanan sangat sepi dan GELAP GULITA, kanan kiri jalan adalah hutan hutan tak bertuan yang mungkin mengarah ke jurang. Seketika kemudian, kedua orang didepan berteriak dan membangunkan yang lain. Saya ekpresi datar dengan hati yang cetar cetar. Ketika bangun dr.Z bertanya, “kenapa sih kok pada teriak”. Dengan serta merta pengemudi kembali bercerita, dan mematikan lampu mobilnya. Spontan sekarang jadi penuh teriakan deh semobil. Sebenarnya apa yang kita bayangkan? Saya membayangkan kalau begitu lampu dinyalakan, ada sesosok anak kecil yang memegang boneka dan menatap tajam kearah mobil kami, trus ketabrak, trus jadi menghantui kami gitu. Yang lain mungkin membayangkan akan ada pocong atau lain lain. Semacam di film black Cadillac atau supernatural. Mau tau apa yang pertama kali kami lihat saat lampu mobil mmenyala kembali? Sesosok putih di kejauhan dekat pohon2, awalnya saya berfikir itu semacam pocong atau sebangsanya. Setelah dilihat lebih jauh, itu adalah gapura yang nampaknya baru saja di cat, dan menandakan kami sudah memasuki provinsi DIY. Syukur tidak terjadi apa apa kepada kami yang masih imut imut ini. Akhirnya perjalanan ke pacitan di selesaikan dengan menyenangkan dan sedikit klimaks keteganggan di akhirnya. Ya bagaimanapun namanya jalan jalan harus tetap Hore..

Bagian pertama bisa dilihat disini : Pacitan part 1
bagian kedua bisa dilihat disini: Pacitan part 2

Menerjang Ombak kehidupan di pantai Pacitan : Pantai Watukarung






Suasana Pantai Watukarung, Surfing area disaat setelah Hujan. hujan di pantai romantis juga ya 


            Masih dari perjalanan yang sama, ketiga om om di kursi belakang mobil hanya bisa mengagumi ketangkasan sang pengemudi wanita yang lihai membawa mobil ditengah jalan sempit berbukit. Sampai akhirnya ketemu plang bertuliskan pantai watukarung, surfing area. Horeee.. pantai baru…
            Sesampainya di pantai, cari parkiran mobil, siap siap keluar dan menceburkan diri kelaut, dan akhirnya. BRESSSS hujan sodara sodara… HUJAN deras. Langit menangisi kehadiran kita. Alah bahasa gw.
Berpose Di cottage orang. ini bagus cottagenya
            Ini adalah pertamakalinya gw kepantai dan hujan, ternyata hujan di pantai itu romantic ya, dan DINGIN. Anginnya gak nahan. Kalo Cuma lari lari di pasirnya sih romantic, tapi begitu ngeliat ombaknya, buset dah, jadi horror. Ombaknya mendadak jadi tinggi banget. So sambil nungguin hujannya berenti, gw dan temen temen makan indomie deh, indomie rebus pake air laut biar gak usah pake bumbu #yakali.
            Gw sama dr.Z (ini serius ya temen gw udah dokter), sok sokan lari romantis2 di pantai sambil hujan (biar kayak drama korea itu loh), tapi failed karena takut ombak. Akhirnya kita malah masuk cottage yang bagus gitu. Numpang berteduh, dan menikmati suasana sambil nungguin indomie. Indomie datang, dan 5 orang kelaparan langsung heboh.. yang jelas sudah tidak ada batas antara kami, saling comot satu sama lain hahaha. Salah satu temen gw (yang tadi kehilangan kerudungnya) di pantai ini dia make jas ujan ala batman itu loh. Mungkin biarkayak videoclipnya cold play yang yellow. Kan pake jas ujan juga tuh. Hahhaa pokoknya udah random abis deh kita ber 5
Rebutan Indomie 
            Sekitar 15 menit kemudian hujann berhenti, dan kita mau nyebur kelaut, tapi dilarang sama ibu yang jualan indomie, ombaknya masih terlalu besar. Akhirnya kita Cuma duduk2 di perahu nelayan sambil menikmati deburan ombak serta seberkas cahaya matahari yang mencoba masuk menembus awan mendung. Jarak antar laut dan perahu yang kami duduki mungkinsekiat 3-5 meter. Tapi berhubung ombaknya besar percikannya bisa terasa. Sampai suatu ketika, disaat semua sedang menunggu2 ombak, ombak yang datang terlanjur besar, sampai perahu yang kita dudukin keseret ombak, 2 orang temen gw kabur duluan, gw berusaha nahan temen cewek gw di kanan supaya gak jatoh, eh yang jatoh temen gw di kanan, untung dia pegangan ke kaki gw yang mulus ini #eh. Jadi gak keseret. Tapi tetap saja memakan korban, sandalnya kebawa arus. Sedihnya cerita ini harus diakhiri dengan sandal yang kehilangan pasangannya karena ombak *ngeplay lagu Bruno mars biar tambah galau*. Walau akhirnya si pasangannya ketemu. Namun semua sudah tidak sama….
            Beruntunglah kami ber 5 selamat, perahu yang kita dudukin keseret mendekati laut, dan akhirnya kita dorong2 supaya balik ketempat semula. Kalo ketahuan sama pemiliknya ya gak enak juga sih. Setelah insiden ombak besar itu kita memutuskan untuk segera mandi, dan tidak bermain sok sok galau di pinggir pantai berombak. Terbukti tidak cocok. Walau demikian. Perjalanan ini tetap saja hore. Karena horeholic, bagaimanapun harus tetap hore. Ngomong ngomong, sandal teman saya ini akur lagi kok dua duanya. Semoga mereka langgeng dan alam tidak kembali mencoba memisahkan mereka.
Menikmati Pantai yang berombak besar. kekuatan alam yang mengagumkan

Postingan serupa dapat diakses di http://travelhoreholic.wordpress.com
Cerita bagian pertama dapat diakses di sini : Pacitan part 1

Menerjang Ombak kehidupan di pantai Pacitan : Pantai Srau


          
          Perjalanan 3,5 jam itu dihabiskan dengan ketawa ketawa dan nyayi lagu galau. Hhaa. Biar galau tetap hore pokoknya. Kalau orang orang pergi ke pantai di pacitan, pantai pertama yang dicari adalah klayar, kami berlima tidak ke klayar, tetapi mencari pantai Srau. Sebenarnya sih karena nyasar pantai. Hahahha tapi tidak apa apa, pantai ini sepi dan pasirnya warnanya putih bersih, tidak banyak sampah. Walau sampai disana tengah hari bolong, tetap saja saya menceburkan diri ke laut.
Walau Berombak Besar, tetap harus pose kan yaa..
            Ombak pantai pacitan terkenal besar, hal ini dikarenakan pantai di daerah pacitan merupakan pantai yang menghadap langsung ke samudra kehidupan, eh samudra hindia maksudnya. Walau pantai disini terkenal untuk surfing, berhubung saya tidak bisa, makanya saya Cuma main air dan ombak #juruspengendalianAir hahaha. Sejujurnya agak serem juga sih keseret ombak. Mungkin tinggi ombaknya mencapai 2,5 meter. Begitu mencebur kan diri ke laut, kantong celana langsung di penuhi pasir. Lumayan lah buat oleh oleh
            Belum jalan jalan namanya kalau belum berfoto. Berhubung salah satu teman saya ada yang tidak menceburkan diri kelaut, maka dia didaulat menjadi seksi dokumentasi dadakan. Dan seksi pembantu umum, yang membawakan handphone, kunci mobil, dompet, kaos, sampai handuk. Hahaha lumayan.
            Ada satu kejadian lucu waktu kami sedang mencebur kan diri kelaut, salah seorang teman saya (wanita) dia menggunakan kerudung. Berhubung ombaknya besar, suatu ketika dia terhempas ombak kehidupan, dan akhirnya kerudungnya copot. Dari jarak 10 meter saya yang bermata minus hanya berfikir ini kenapa dia megangin kepala (warnakerudung hitam, rambut juga hitam, so dari jauh keliatan sama). Sampai akhirnya 2 orang teman saya yang lain heboh karena menemukan kerudung di laut, mungkin mereka pikir itu adalah kerudung nya Nyai Roro Kidul, padahal itu adalah kerudung teman sendiri. Hhaaa. Bingung antara mau ketawa sama mau nolongin supaya auratnya tetap tertutup. Untung nya 2 orang teman saya ini mengembalikan kerudungnya sesegera mungkin, dan untung nya lagi. Pantainya sepi.
            Waktu keluar dari air, badan rasanya gosong banget. Wajar lah ya karena waktu nyebur kelaut adalah tengah hari bolong. Gak pake sunblok, gak pake baju panjang *emang pengajian hha. Habis keluar dari air, bilas air tawar sebentar. Trus langsung cao lagi cari pantai lain, yaitu pantai watukarung, posisi dalam mobil sudah berganti lebih heboh. 2 wanita di depan, dan 3 om om berbaju minim, celana pendek minim, dan basah duduk di belakang saling menghangatkan diri. Hhaa.. cerita pantai satunya. Hmm.. di posting lain yaa… 

Tulisan serupa bisa di akses di http://travelhoreholic.wordpress.com 

Monday, January 28, 2013

ini tentang Ibu Sukamti, sang pejuang kartini


Malam itu saya baru saja menjenguk seorang teman saya yang sakit di pucuk gunung merapi halah halah.. sok jauh, padahal ya emang jauh walau gak sampai merapi juga sih..

Ceritanya dia muntah darah, panic donk sebagai seorang teman, akhirnya saya mengajak teman saya yang lain untuk menjenguknya. Sesampainya di rumah dia sedang nonton tv dan terlihat lumayan lemas, mungkin karena efek mual nya. Untung sebelum berangkat saya sempat membeli beberapa makanan, jus kotak, dan pocari sweat. Saya tahu rasanya mual gak ketolongan kayak apa. Singkat cerita kami melakukan intevensi yang mungkin agak aneh di lakukan. Hhaa tapi tidak apa apa, kami tidak di gerebek polisi seperti kasus raffi ahmad juga. Hhaa

Selesai melakukan hal hal aneh, dia kembali tiduran, dan saya ambil posisi di treadmill nya. Oke siip. Teman macam apa ya kalau di pikir pikir, dia sakit saya sibuk treadmill. Tapi tak apa dia juga mengijinkan kok. Akhirnya saya EHITT sebanyak 3 siklus, dan keringatan mengocor deras. Teman saya yang lain Cuma bisa takjub dan merasa heran dan bingung. Itu makhluk kenapa malem2 udah mau jam 9 malem masih lari lari kayak marmut di kandang kali ya. Hhha selesai 3 siklus saya duduk2 minum dan nonton tv bersama hhaa.. tiba tiba terdengar suara hujan dari luar. Great, hujan di pucuk gunung ini (padahal jarak rumahnya gak jauh jauh amat dari kota menurut saya) tapi saya senang saja menyebutnya pucuk biar berasa anak Pencinta alam. Jam 10 saya dan teman saya yang lain memutuskan untuk pulang. Cus hujan hujanan dari pucuk gunung. Awalnya saya tidak pakai jas hujan karena Cuma rintik2 tapi ternyata ditengah jalan hujan tambah besar dan akhirnya pake deh.

Sebeneranya itu Cuma introduksi, introduksinya aja sepanjang itu, minta di lempar. Hha

Cerita sebenarnya yang mau saya ceritakan adalah tentang bu Sukamti, siapa dia? Mengapa harus dia? Apa hubungan saya dengan dia? #alaInfotainment

Saat saya sudah mengantar teman saya pulang, tiba tiba saja terasa ban motor belakang kempes, dan ternyata benar dugaan saya, bocor. Saat itu saya di ringroad utara jogja. Akhirnya saya memutuskan melewati gejayan sambil berharap terdapat tempat tambal ban yang masih buka jam 10.30 malam. Sambil berdoa ditengah keromantisan hujan supaya ada tambal ban yang buka.

Tiba tiba saya melihat secerca cahaya di jalan gejayan. Disitulah kami pertama kali bertemu, ya bu Sukamti adalah pemilik tambal ban disitu, beliau mengerjakan sendiri semuanya, mulai dari membuka ban, menambal, sampai memasang lagi. Oke saya speechless segitu beratnya perjuangan seorang ibu untuk menghidupi anak nya.

Saya tidak bisa menjudge bahwa anaknya (pria) yang juga ada di situ, mungkin seusia 18-22 tahunan lah hanya bisa ber-sms-ria dengan indah nya disaat ibunya menambal 3 motor. Saya heran dan cukup sedih. Seketika saya ingat ibu saya di rumah, apakah saya bisa berlaku sejahat itu pada beliau. Semoga tidak.

Bu sukamti ini gigih, saya tau dari pajangan yang ada di bengkel tambal ban nya yang sederhana. Saya melihat terdapat sertifikat penghargaan “pejuang kartini” yang disematkan kepada beliau sebagai tukang tambal ban wanita. Rasanya haru, dan sedih bercampur bangga ketika melihatnya. Beberapa saat saya sempat berbincang2 dengan beliau dan beliau adalah orang yang sangat ramah. Sampai saat saya posting-an ini, saya masih ingat betul, betapa beliau di tengah hujan lebat di jogja dan tengah malam masih buka lapaknya untuk terus menghidupi anak anak nya. Semoga beliau selalu di berkahi Kesehatan dan rezeki yang lancar oleh Allah SWT. Aamiin.

Untuk para ibu di dunia, selamat hari ibu, setiap hari adalah hari ibu bagi saya.


Tuesday, January 1, 2013

#EuroTrip : Harga Ekonomi, Kualitas Bisnis


#EuroTrip : Harga Ekonomi, Kualitas Bisnis

Masih di tanggal yang sama, 14 september 2012, saya dan kelima teman saya sudah didalam pesawat Lion Air, saatnya terbang menuju jakarta. Rasanya beda dengan penerbangan biasa, karena saat ini kami akan menempuh jarak ribuan mil dari rumah, hanya berenam. Ya mau tidak mau kami harus saling menjaga, apalagi disini saya dan Nardi sebagai Laki laki harus bisa menjaga wanita

Tiba tiba seorang pramugari datang kepada saya, “maaf kepada mas yang dibelakang “ mohon untuk pindah ke kursi depan, karena kami harus menyeimbangkan pesawat.

“Halah”, pikir saya, apa gara gara badan saya yang bongsor saya di suruh pindah ya??  Hahaha saya hanya bisa mentertawakan cerita ini. Ternyata oh ternyata, tidak hanya saya yang disuruh pindah, nnamun ke enam orang di barisan paling belakang, yang isinya pria semua. Hahaha saya hanya bisa tertawa melihatnya. Teman temans aya yang lain (para wanita) hanya bilang bahwa segalanya tergantung dari amal dan perbuatan. Baiklah saya terima pernyataan itu.

Kami berenam pindah, tanpa harus tau pindah kemana sebenarnya. Kalau mau tahu, bawaan saya dan nardi cukup banyak, mulai dari kresek dari orang tuanya mba rima yang berisi snack nikahan untuk bekal, hingga poster untuk presentasi. Bisa dibayangkan betapa repotnya saya dan Nardi. Ternyata jalan dari kursi paling belakang itu sulit, ditambah jalan pesawat yang sempit dengan pantat saya yang tidak seperti bintang iklan WRP. Haha. Sampai akhrinya saya bertanya kepada pramugari “ mau kedepan mana sih mba? Jangan jangan nanti saya disuruh duduk sebelah pilot lagi” ujar saya sambil bercanda. Mba mba pramugari Lion Air yang manis itu hanya menjawab. “Jalan saja terus pak (oh maann, gw dibilang PAK) nanti juga tahu” sambil tersenyum melihat saya. Saya bisa melihat ke arah belakang, teman teman yang lain sudah duduk manis sambil mengunyah kursi penumpang, bukan, maksudnya makanan. Hahaha

Tiba tiba, jeng jeng (biar dramatis) saya ternyata disuruhh duduk di kursi nomor 3 dan 4, yang artinya itu adalah kursi BISNIS. Yak kursi bisnis yang berwarna MERAH, EMPUK, DAN LEGAAAA… ahahaha saya dan nardi hanya bisa tersenyum senang, dan bicara “ semua memang tergantung amal perbuatan” ahahaha..

Duduk di kursi bisnis adalah kali pertama bagi saya. Harap maklum mahasiswa gembel macam saya mana sanggup beli pesawat kelas bisnis, kalaupun iya pasti karena dibelikan oleh sponsor. Ahahhaa.

NIKMATILAH KURSIMU

Sepanjang perjalanan dari yogya menuju Jakarta, saya hanya tertawa dan menahan senyum bahwa kami sedang di kursi bisnis dan akan menuju eropa. Hati saya bilang, bahwa perjalanan ini akan sangat menyenangkan, baru saja dimulai sudah begini. Penuh dengan keberuntungan. Hhaa

Ada satu kelucuan yang lain dari perjalanan ini. Yaitu masalah MAKANAN. Masih ingat gembolan kresek berisi makanan dari orang tua mba rima? Yak makanan itu isinya lemper, pudding coklat, kacang, dan lain lain. Akhirnya walau duduk di kursi bisnis, kami tetap makan makanan begituan. Kalau kata nardi anggap saya ini semua adalah makanan kelas bisnis, tapi bawa sendiri. Lucunya lagi, saat kita sedang makan, pramugari yang ada di depan melihat kami berdua, mungkin mereka berfikir bahwa, mahasiswa macam apa itu, naik pesawat bawa bekal lemper, tapi makannya di kelas bisnis. Ahhha yang penting kENYANG mamen..

Tidak lama berselang, sambil baca baca, sambil melihat pemandangan, sampailah kami di bandara internasional Soekarno Hatta cengkareng, banteng, yang artinya hanya 1, 5 jam perjalanan menuju rumah saya di Cilegon. Hha namun apa daya tidak bisa pulang. Penerbangan selanjutnya kami tempuh mulai pukul 9 malam WIB. Berarti kami masih memiliki banyaakak waktu untuk leha leha, dan lain lain di bandara. Hahaha ya begitulah jika mahasiswa gembel punya mimpi kadang noraknya gak bisa ngikutin tingkat kekerenan mimpinya.


#EuroTrip -- Mimpi saja tidak cukup, BERJUANG!!


#EuroTrip -- Mimpi saja tidak cukup, BERJUANG!!

Yogyakarta, 14 September 2012




Rasanya baru kemarin saya sampaikan kepada ibu saya, bahwa saya sedang mencari “tiket” ke Eropa. Dan Hari ini, pukul 2 siang saya beserta 5 orang teman saya sudah di pesawat menuju bandara Soekarno Hatta cengkareng.

Menunggu antrian merupakah hal cukup melelahkan, namun hal itu tidak lagi saya pikirkan, saya hanya berpikir, bahwa besok pagi saya sudah di AMSTERDAM. Ya amterdam belanda, Eropa. Dalam konteks yang sebenarnya.

Tujuan keberangkatan saya yang utama adalah untuk menghadiri European Students’ Conference di Berlin, German. Negaranya paman Hitler.

Saya masih ingat, tiga bulan sebelum ini, tepatnya bulan juli saya melakukan submit abstrak penelitian saya ke acara tersebut untuk menajdi partisipan aktif, yang dengan kata lain jika saya di terima, saya akan memiliki kesempatan untuk ke Eropa, dan Mempresentasikan hasil peneltian sya di depan audience internasional. Hha. Mimpi boleh saja kan?, lalu, ketika awal bulan agustus, saya mendapatkan kabar dari Nardi Sahabat saya bahwa abstrak miliknya (penelitian kami juga) diterima dan mendapatkan undangan untuk Hadir disana. Saya senang sekali bahwa penelitian kami bisa masuk ke acara bergengsi tersebut. Namun sebenarnya saya juga harap harap cemas bagai mana dengan abstrak penelitian yang saya sendiri Submit?. Malam nya saya membuka Email, dan Alhamdulillah, penelitian yang saya ajukan juga berkesempatan untuk dipresentasikan melalui poster di acara tersebut. Keceriaan tidak sampai disitu. Malam itu juga saya mendapatkan kabar dari Mba Rima, dan Mba tari (kawan PKM saya waktu kita bersama ke Makassar) bahwa penelitian mereka juga diterima, dan kami berempat berkesempatan menjadi partisipan aktif di acara tersebut. Puji Syukur Kepada Allah tentunya.

Hari hari berjalan. Keceriaan akhirnya berganti menjadi kebingungan. Bagaimana tidak bingung, jikalau menuju Eropa, berarti kami harus punya VISA, Punya tiket pesawat pergi pulang, punya Asuransi, dan Punya Izin Fakultas tentunya, karena saat itu saat aktif perkuliahan. Jeng jeng… akhirnya kebingungan itu berujuang pada satu masalah klasik setiap manusia, yaitu UANG. Ya kami semua hanya mahasiswa gembel perantauan yang memiliki segudang keinginan dan mimpi, salah satunya adalah ke EROPA. Siapa sih yang tidak ingin merasakan berada di Benua Biru tersebut? Kota kotanya yang klasik, menara Eiffel yang Cantik, cobble stone yang berjejer rapi membentuk jalan setapak dipinggiran kota, dan sungai sungai yang bersih, semua sudah ada di benak kami, namun masalah uang ini adalah masalah yang sangat krusial. Bercermin pada senior kami yang sudahh lebih dahulu berangkat kesana 2 tahun yang lalu. Akhirnya kami bertujuh membuat proposal kegiatan (kok jadi bertujuh, ternyata ada 3 teman lain yang juga di terima abstraknya). Proses pembuatan proposal ini termasuk lama, dan ribet. Maklum birokrasi di Indonesia membuat segalanya menjadi sedikit lebih mudah (banyak susahnya).

Saturday, December 8, 2012

Menjadi Model Sehari


Hari ini adalah weekend yang cukup padat, saya bersama ratusan mahasiswa angkatan 2009 pendidikan dokter melakukan photo shoot untuk angkatan, jadi kami berbaris rapi menggunakan pakaian putih, dengan celana/rok berwarna hitam serta menggunakan almamater tercinta *kecup alamamater*. Kejadian ini harusnya berlangsung pukul 8 pagi, namun karena beberapa oknum sulit diatur dan datang terlambat, maka mundur hingga pukul 9.15 tapi tidak apa apa, yang penting kita berfoto bersama.
            Selesai berfoto untuk satu angkatan dengan gaya membentuk angka 2009, dan berjajar rapi di rektorat UGM, saya dan 7 orang teman saya tahun ke-2 melakukan foto bersama. Kelompok 27 nama kami, terdiri dari bagas, wahyu, hendra, saya, dan vale, serta ina, affa, syifa, anin, dan lenda. Kelompok ini sangat ngangenin sekali. Walau kami tidak lengkap, tapi kami rela berfoto bersama duluan *iya lah* sambil bincang bincang sebentar. Ah betapa rindunyaa..
            Waktu sudah menunjukan pukul 10.15, padahal jam 10.30 saya sudah janjian dengan Raymond, mba prita, dan bang fadli untuk kumpul di kampus, karena kami akan pergi ke pernikahan Mba mita. Mba mita adalah pegawai Kantor Pusat Tata Usaha FK UGM bidang akademik yang sangat baik terhada mahasiswa lugu dan polos seperti saya #eh. Singkat kata kami harus sudah di gedung resepsi pukul 11 siang. Kado siap di tangan vale. Namun, hingga pukul 10.25 kami masih di rektorat dan baru akan pulang. Hahaha.. dasar manusia Indonesia, jam karet sekali hidupnya.
            Singkat kata saya, pulang, dan segera berganti kostum, batik berwarna ungu, sisir rambut sedikit, ambil sepatu pantoefl putih, dan langsung berangkat. Menunggu yang lain di Taman medika kampus, dan tetap juara telat kita adalah Mba Prita. Hufftt… akhirnya 12.30 baru lah sampai di tempat resepsi, dan konyolnya, bang fadli menunjukan jalan kepada saya melalui gang gang sempit, dan akhirnya tembus di belakang gedung resepsi. Konyol memang, namun hikmahnya kami dapat tempat parkir luas, dan aman.
            Apa yang dilakukan mahasiswa di undangan pernikahan? MAKAN GRATIS. Ya itu dia yang dilakukan. Tapi sebelumnya, saya dan kawan kawan terlebih dahulu bersalam salaman, dan menyerahkan kado yang kami bawa” hey, modal kado donk, kan temen harus dapat kado yang bagus” setelah itu baru hunting makanan. Semua dicoba sampai perut rasanya penuh dan harus melonggarkan ikat pinggang. Maklum mahasiswa. Makan, berbincang2, ternyata banyak sekali orang orang FK di acara ini, tidak termasuk kepala departemen Skills Lab dr. Herini, Sp.A ya lumayan, salaman, dan tegur sapa. Siapa tahu nanti koas dibagian anak akan dipermudah. Aamiin.
            Selain makan gratis, kami juga melakukan sesi foto bersama pengantin yang terlihat ganteng dan cantik. Konyolnya sesi ini adalah disaat mba prita, dan mas estu tidak turun2 panggung untuk terus foto sama pengantin. Padahal antrian sudah panjang. Heran. Apakah mereka berharap segera mengadakan acara yang sama?? Hahaha biarlah menjadi rahasia Allah, pokoknya nanti harus di undang. Hhaa
            Jam sudah menunjukan pukul 12.45 padahal pukul 13.00 saya harus kembali kekampus untuk mengikuti open lecture dari dr. Aida Direktur RumahSakit Pondok Indah (kalau tidak salah). Kelihatan sibuk bukan? Keren bukan? Hahahah. Sesi ini awalnya bikin ngantuk, tapi gaya presentasi beliau yang santai dan diseingi cerita nyata yang menarik membuat rasa kantuk sirna begitu saja. Hingga tidak terasa waktu sudha menunjjukan pukul 14.30, dan saya diingatkan oleh Vale untuk segera pulang dan berganti pakaian (lagi) karena pukul 15.30 nanti kami tim Penulis Catatan Kuliah akan mengadakan foto (lagi) untuk buku tahunan. Pokoknya berasa model terkenal deh hari ini, dengan jadwal super sibuk dipenuhi sesi foto dimana mana.

Sunset in airport

Yogyakarta, 12 agustus 2017 So this is the end of my (another) journey Selalu ada alasan mengapa seseorang bepergian. Sering kali un...