Saturday, March 17, 2012

BERDEBU

walaaahh lama sekali blog ini ditinggalkan... sudah berdebu baru ada 2 entri baru lagi di HSC... ya nanti upload lagi cerita jalan jalan kemarin..

Radiodiagnostik Skeletal Trauma

Radiodiagnostik of Skeletal Trauma

Lecturer : dr Anita Ekowati, Sp. Rad

Referensi : david Sutton., textbook of radiology and imaging vol 2, 7th ed. Pp 1371-1416 ; Gunderman Essential Radiology 2nd edition, dan lecture notes ortodpedik.

.:Reagan Resadita:.

Sebelumnya Reagan beserta seluruh crew sinetron Elang2an indosi** mengucapkan mohon maaf yang sebesar besarnya karena terlambat sekali dari week 1 baru week 4 ini bisa ngerjain HSC.

Bismillahirahmanirahim.

Sebelum memulai radiodiagnostik tentang trauma pada skeletal ini, kita harus mengetahui modalitas semua alat uji. Ada banyak modalitas alat untuk diagnosis musculoskeletal injuri

a. MRI (magnetic Resonance Imaging : MRI ini paling bagus digunakan untuk mengevaluasi dari sendi, jaringan lunak dan tulang belakang karena keunikannya yang bisa menilai komposisi jaringan (jaringan lunak juga bisa), menilai berbagai lesi dari bbrapa sudut dan keakuratnyaterhadap posisi sumbu tubuh, kekurangannya :MAHAL

b. (CT-scan) Computed tomography : CT ini akurat untuk menilai lesi pada tulang dan bisa menilai fokus2 kalsifikasi pada jaringan tulang kemampuannya masih dibawah MRI

c. Nuclear Medicine : bagus untuk menilau fisiologis dari cell-turnover, metastatic cancer juga bagus pake ini.

d. Ultrasonography : kalo USG ini bagusnya untuk menilai efusi sendi, aliran darah (bareng sama Doppler) dan adanya benda asing pada jaringan. Karena USG ini real-time jadibagus untuk melihat keterbatasan gerak sendi

e. Plain Radiograph : salahs atu modalitasyang paling tua, kalo di gunderman bilang “ plain radiography stand out as the single most useful skeletal diagnostic study in most situation” keliatan toh kalo dia walaupun single (apasiih) tapi merupakann alat diagnostic yang paling murah, mudah, dan cepat untuk digunakan kalo ada trauma ekstrimitas.

Berhubung kita mau ngomongin masalah FRAKTUR kita harus tau dulu jenis jenis fraktur.

Fraktur sendiri di definisikan dari diskontinuitas dari tulang akibat gaya yang diberikan melebihi dari gaya yang bisa ditahan oleh tulang itu sendiri. Open dan close fracture itu dinilai berdasarkan dari penetrasinya kekulit, jadi kalo kulit itu udah gak intak alias terjadi penetrasi maka dinamakan open, dan sebaliknya.

a. Comminuted fracture : jenis fraktur dengan satu atau lebih fragmen tulang. Comminuted fracture ini bisa menghasilkan minor triangular fragmen yang disebut butterfly fragment >> gambar bisa diliat di textbook of radiography, tapi as usuall pasti kalian akan memandang dengan berjam jam trus bingung, trus nyerah (ahahha)

b. Transverse Fracture : fraktur yang arahnya itu tranversal (patokannya sumbu tubuh), biasnya disebabkan oleh gaya yang searah dengan frakturnya,,,

c. Oblique or spiral : fraktur yang arahnya oblike atau muterin tulang.akibat gaya yang memutar ke distal fraktur. (mbuh piye cara bayangin nya)

d. Greenstick : sering terjadi pada anak anak (kita kita gini) akibat dari tulang yang masih lunak. Jadi frakturnya itu Cuma sebgian atau yang dikenal masyarakt dengan nama TULANG RETAK.

e. Crush Fracture : muncul pada cancellous bone akibat dari compresi

f. Burst fracture : kalo sepenagkapku, dia ini mirip sama comminuted tapi terjadi di tulang yang pendek misalnya vertebra akibat dari kompresi aksial.

g. Avulse fracture : fraktur sebagian kecil tulang akibat dari traksi(tarikan) dari tendo atau ligamentum yanng nempel di tulang itu.

h. Dislokasi atau subluksasi : fracture yang melibatkan [ersendian bisa melibatkan permukaan sendi.

Ada lagi istilah impaksi, varus, dan valgum yang digunakan pada bedah ortopedi :

a. Impaksi : didefinisikan sebagai fraktur yang dimana fragmen tulang yang patah endorong ke tulang lain.

b. Varus : angulasi dari distal fragmen tulang mendekati midline tubuh, kalo valgum sebaliknya.

Sekarang kita mulai masuk kemateri sebenernya..

A. Trauma pada Cranio Facial

Fraktur pada craniofacial bisa disebabkan oleh automobile accident biasanya melibatkan 4 area utama : mandibula, arkus zygomatikus, orbita, dan tulang nasal. Biasanya mereka ini gak sendiri sendiri tapi menjadi satu yang di klasifikasikan dalam LeFort Varieties. Si Le Fort ini mendefinisikan garis yang cukup lemah di tulang facial.

FOTO POLOS yang digunakan ada 3

- AP : antero posterior :difoto dari depan. Jadi occipital yang nempel

- Lateral : kuping pasien nempel ke film foto

- Towne : Half axial jadi fotonya itu dari frontal ke occipital.

Posisi ini digunakan untuk melihat occipital dan os petrosus.

Kalo di Textbook of radiografi, plain foto adalah yang utama, terutama 3 posisi tadi nahtrus additional view nya itu adalah oblique, tapi untuk fraktur yang halus atau kurang jelas dan dokternya masih curiga ada fraktur maka dipake lah CT scan atau MRI skalian buat menilai kerusakan jaringan saraf dan soft tissue nya.

B. Trauma pada Sinus para Nasal

- Anteroposterior

- Lateral

- Dan Waters : occipito mental view

Foto foto ini digunakan untuk menilai dari sinuspara nasal dan tulang sekitarnya, jika fotonya berkualitas maka akan terlihat sinus para nasal nya. Dan bisa juga menilai air fluid level jika ada perdarahan masuk ke sinus.

C. Fraktur Vertebrae

Pada fraktur vertebrae tiga posisi utama yang digunakan adalah AP, Lateral, dan Oblique, ada standart yang harus dipenuhi untuk menilai foto dan lokasi fraktur.

- CERVICAL

Ketujuh corpus vertebra harus terlihat dalam foto radiografi, normalnya vertebra cervicalis ini kan “gentle lordosis” nah bisa aja dia kurang lordosis kalo ada spasm muscular nah ini tanda dari injuri pada spinalnya, kalo gini bisa lngs dirujuk untuk MRI.

- THORACOLUMBAL

Fraktur pada toraks dan lumbal biasanya hasil dari hyperfleksi dan compresi aksial karena jatuh daritempat tinggi (crush fracture).vertebra toraks lebih jarang rusak karena ada stabilisasi dari tulang rusuk (tulang rusuk siapa? If you know what I mean) dan thoracic cage. Untukmelihat kerusakann pada torako lumbal, semua vertebra harus terlihat dengan jaelas. Yang diperhhatikan dari foto ini adalah jarak antara diskus intervertebralis, keutuhan tulang, foramen intervertebralis, dan posisi vertebra satu sama lain, apakah ada spondylisthesis atau tidak. Bisa juga dilihat osteofit

- SACRUM and PELVIS

Mereka ini bersatu jadi jarang patah di sacrumnya aja, biasanya terjadi dislokasi dari pelvis dan simphisisnya yang rusak.

CONTOH FRAKTUR Vertebrae

1. Hangman Fracture >> trauma hiperekstensi pada arcus vertebra bilateral dan dislokasi anterior c2 terhadap C3, udah jelas juga kan ya di anatomi,, nah untuk gambaran radiologis bisa dilihat di slide.

2. Clay shoveler’s Fracture >> trauma hiperfleksi tulang leher dimana kontraksi ligamentum posterior tulang leher mengakibatkan fracture oblique pada prosesus spinosus C6-7 atau T1. Gambar yang di slide gak terlalu jelas nih, tapi di buku textbookof radiologi ada kok.

3. Fraktur kompresi >> gambarnya ya burst fracture itu..

4. Wedge fracture >> jelas ya kayak di anatomi.

Ada tambahan satu posisi dari fracture vertebra yaitu posisi odontoid, dimana mulut pasien disuruh terbuka untuk melihat bagiian dens aksis. Sehingga kalo disitu ada fraktur bisa kelihatann dengan posisi ini

FRAKTUR EKSTRIMITAS

Pada fraktur ekstrimitas ada aturan yang harus digunakan

1. Foto yang dilakukan minimalmelibatkan 2 sendi proximal dan distalnya

2. Dilakukan foto x-ray pada ekstimitas kontralateralnya untuk pembanding.

3. Foto yang dilakukan idealnya PA dan Lateral.

4. Untuk fraktur yang dicurigai mengenai sendi bisa ditambah pemeriksaan penunjang lain seperti USG atau MRI

Selain aturan itu udah sih gampang (boong-red) tinggal liat aja frakturnya dimana.. hahahah

Sudah dulu ya dusah pusing nih saya ngerjainnya,, lagimales ngerjain HSC #terlaluJujur

Anda punya tanggung jawab moral

ketika adana mendapatkan sesuatu jauh melebihi yang anda butuhkan,

anda dituntut bijak menggunknnya dan selalu berbagi dengan cara yang pintar – JK Rowling

Money is not the prime asset in life, TIME is –wall Street : money never sleep (2010)

Radiodiagnostik of Skeletal Trauma

Lecturer : dr Anita Ekowati, Sp. Rad

Referensi : david Sutton., textbook of radiology and imaging vol 2, 7th ed. Pp 1371-1416 ; Gunderman Essential Radiology 2nd edition, dan lecture notes ortodpedik.

.:Reagan Resadita:.

Sebelumnya Reagan beserta seluruh crew sinetron Elang2an indosi** mengucapkan mohon maaf yang sebesar besarnya karena terlambat sekali dari week 1 baru week 4 ini bisa ngerjain HSC.

Bismillahirahmanirahim.

Sebelum memulai radiodiagnostik tentang trauma pada skeletal ini, kita harus mengetahui modalitas semua alat uji. Ada banyak modalitas alat untuk diagnosis musculoskeletal injuri

a. MRI (magnetic Resonance Imaging : MRI ini paling bagus digunakan untuk mengevaluasi dari sendi, jaringan lunak dan tulang belakang karena keunikannya yang bisa menilai komposisi jaringan (jaringan lunak juga bisa), menilai berbagai lesi dari bbrapa sudut dan keakuratnyaterhadap posisi sumbu tubuh, kekurangannya :MAHAL

b. (CT-scan) Computed tomography : CT ini akurat untuk menilai lesi pada tulang dan bisa menilai fokus2 kalsifikasi pada jaringan tulang kemampuannya masih dibawah MRI

c. Nuclear Medicine : bagus untuk menilau fisiologis dari cell-turnover, metastatic cancer juga bagus pake ini.

d. Ultrasonography : kalo USG ini bagusnya untuk menilai efusi sendi, aliran darah (bareng sama Doppler) dan adanya benda asing pada jaringan. Karena USG ini real-time jadibagus untuk melihat keterbatasan gerak sendi

e. Plain Radiograph : salahs atu modalitasyang paling tua, kalo di gunderman bilang “ plain radiography stand out as the single most useful skeletal diagnostic study in most situation” keliatan toh kalo dia walaupun single (apasiih) tapi merupakann alat diagnostic yang paling murah, mudah, dan cepat untuk digunakan kalo ada trauma ekstrimitas.

Berhubung kita mau ngomongin masalah FRAKTUR kita harus tau dulu jenis jenis fraktur.

Fraktur sendiri di definisikan dari diskontinuitas dari tulang akibat gaya yang diberikan melebihi dari gaya yang bisa ditahan oleh tulang itu sendiri. Open dan close fracture itu dinilai berdasarkan dari penetrasinya kekulit, jadi kalo kulit itu udah gak intak alias terjadi penetrasi maka dinamakan open, dan sebaliknya.

a. Comminuted fracture : jenis fraktur dengan satu atau lebih fragmen tulang. Comminuted fracture ini bisa menghasilkan minor triangular fragmen yang disebut butterfly fragment >> gambar bisa diliat di textbook of radiography, tapi as usuall pasti kalian akan memandang dengan berjam jam trus bingung, trus nyerah (ahahha)

b. Transverse Fracture : fraktur yang arahnya itu tranversal (patokannya sumbu tubuh), biasnya disebabkan oleh gaya yang searah dengan frakturnya,,,

c. Oblique or spiral : fraktur yang arahnya oblike atau muterin tulang.akibat gaya yang memutar ke distal fraktur. (mbuh piye cara bayangin nya)

d. Greenstick : sering terjadi pada anak anak (kita kita gini) akibat dari tulang yang masih lunak. Jadi frakturnya itu Cuma sebgian atau yang dikenal masyarakt dengan nama TULANG RETAK.

e. Crush Fracture : muncul pada cancellous bone akibat dari compresi

f. Burst fracture : kalo sepenagkapku, dia ini mirip sama comminuted tapi terjadi di tulang yang pendek misalnya vertebra akibat dari kompresi aksial.

g. Avulse fracture : fraktur sebagian kecil tulang akibat dari traksi(tarikan) dari tendo atau ligamentum yanng nempel di tulang itu.

h. Dislokasi atau subluksasi : fracture yang melibatkan [ersendian bisa melibatkan permukaan sendi.

Ada lagi istilah impaksi, varus, dan valgum yang digunakan pada bedah ortopedi :

a. Impaksi : didefinisikan sebagai fraktur yang dimana fragmen tulang yang patah endorong ke tulang lain.

b. Varus : angulasi dari distal fragmen tulang mendekati midline tubuh, kalo valgum sebaliknya.

Sekarang kita mulai masuk kemateri sebenernya..

A. Trauma pada Cranio Facial

Fraktur pada craniofacial bisa disebabkan oleh automobile accident biasanya melibatkan 4 area utama : mandibula, arkus zygomatikus, orbita, dan tulang nasal. Biasanya mereka ini gak sendiri sendiri tapi menjadi satu yang di klasifikasikan dalam LeFort Varieties. Si Le Fort ini mendefinisikan garis yang cukup lemah di tulang facial.

FOTO POLOS yang digunakan ada 3

- AP : antero posterior :difoto dari depan. Jadi occipital yang nempel

- Lateral : kuping pasien nempel ke film foto

- Towne : Half axial jadi fotonya itu dari frontal ke occipital.

Posisi ini digunakan untuk melihat occipital dan os petrosus.

Kalo di Textbook of radiografi, plain foto adalah yang utama, terutama 3 posisi tadi nahtrus additional view nya itu adalah oblique, tapi untuk fraktur yang halus atau kurang jelas dan dokternya masih curiga ada fraktur maka dipake lah CT scan atau MRI skalian buat menilai kerusakan jaringan saraf dan soft tissue nya.

B. Trauma pada Sinus para Nasal

- Anteroposterior

- Lateral

- Dan Waters : occipito mental view

Foto foto ini digunakan untuk menilai dari sinuspara nasal dan tulang sekitarnya, jika fotonya berkualitas maka akan terlihat sinus para nasal nya. Dan bisa juga menilai air fluid level jika ada perdarahan masuk ke sinus.

C. Fraktur Vertebrae

Pada fraktur vertebrae tiga posisi utama yang digunakan adalah AP, Lateral, dan Oblique, ada standart yang harus dipenuhi untuk menilai foto dan lokasi fraktur.

- CERVICAL

Ketujuh corpus vertebra harus terlihat dalam foto radiografi, normalnya vertebra cervicalis ini kan “gentle lordosis” nah bisa aja dia kurang lordosis kalo ada spasm muscular nah ini tanda dari injuri pada spinalnya, kalo gini bisa lngs dirujuk untuk MRI.

- THORACOLUMBAL

Fraktur pada toraks dan lumbal biasanya hasil dari hyperfleksi dan compresi aksial karena jatuh daritempat tinggi (crush fracture).vertebra toraks lebih jarang rusak karena ada stabilisasi dari tulang rusuk (tulang rusuk siapa? If you know what I mean) dan thoracic cage. Untukmelihat kerusakann pada torako lumbal, semua vertebra harus terlihat dengan jaelas. Yang diperhhatikan dari foto ini adalah jarak antara diskus intervertebralis, keutuhan tulang, foramen intervertebralis, dan posisi vertebra satu sama lain, apakah ada spondylisthesis atau tidak. Bisa juga dilihat osteofit

- SACRUM and PELVIS

Mereka ini bersatu jadi jarang patah di sacrumnya aja, biasanya terjadi dislokasi dari pelvis dan simphisisnya yang rusak.

CONTOH FRAKTUR Vertebrae

1. Hangman Fracture >> trauma hiperekstensi pada arcus vertebra bilateral dan dislokasi anterior c2 terhadap C3, udah jelas juga kan ya di anatomi,, nah untuk gambaran radiologis bisa dilihat di slide.

2. Clay shoveler’s Fracture >> trauma hiperfleksi tulang leher dimana kontraksi ligamentum posterior tulang leher mengakibatkan fracture oblique pada prosesus spinosus C6-7 atau T1. Gambar yang di slide gak terlalu jelas nih, tapi di buku textbookof radiologi ada kok.

3. Fraktur kompresi >> gambarnya ya burst fracture itu..

4. Wedge fracture >> jelas ya kayak di anatomi.

Ada tambahan satu posisi dari fracture vertebra yaitu posisi odontoid, dimana mulut pasien disuruh terbuka untuk melihat bagiian dens aksis. Sehingga kalo disitu ada fraktur bisa kelihatann dengan posisi ini

FRAKTUR EKSTRIMITAS

Pada fraktur ekstrimitas ada aturan yang harus digunakan

1. Foto yang dilakukan minimalmelibatkan 2 sendi proximal dan distalnya

2. Dilakukan foto x-ray pada ekstimitas kontralateralnya untuk pembanding.

3. Foto yang dilakukan idealnya PA dan Lateral.

4. Untuk fraktur yang dicurigai mengenai sendi bisa ditambah pemeriksaan penunjang lain seperti USG atau MRI

Selain aturan itu udah sih gampang (boong-red) tinggal liat aja frakturnya dimana.. hahahah

Sudah dulu ya dusah pusing nih saya ngerjainnya,, lagimales ngerjain HSC #terlaluJujur

Anda punya tanggung jawab moral

ketika adana mendapatkan sesuatu jauh melebihi yang anda butuhkan,

anda dituntut bijak menggunknnya dan selalu berbagi dengan cara yang pintar – JK Rowling

Money is not the prime asset in life, TIME is –wall Street : money never sleep (2010)

Peripipheral arterial occlusive disease

Lecturer : dr. Haryo Aribowo, SpB, SpBTKV

Oleh : Reagan Resadita

Bismillahirahmannirahim ..

Sebelum nya maaf kalo ini superficial bgt,, saya gak sempat nambahin dari yg lain, semoga ini aja udah cukup.

Definisi :penurunan perfusi arterial ektrimitas bawah dan menyebabkan ancaman kerusakan pada viabilitas ektrimitas bawah.

Dibagi menjadi dua : akut (<14 hari), dan kronis (>14 hari)

Prevalensi pada orang usia 55 tahun adalah 10-25% dan meningkat seiring usia. 70-80% orang yang memiliki PAD ini asimptomatik. Di USA itu 12-20% orang usaia 65 tahun atau lebih tua terkena PAD.

Etiologi dari PAD ini ada 3 : dinding pembuluh darah, pompa nya, sama darah nya itu sendiri bisa menyebabkan :

- emboli : benda/zat yang mengalir di darah yang bisa menyebabkan sumbatan missal :udara, lemak, atau thrombus

- thrombus : koagulan darah yang mengeras dan menempel untuk menutup perlukaan pada permukaan pembuluh darah yang rusak, ada 2 trombus putih (biasanya di arteri, banyak plateletnya) dan torombus merah (biasanya di vena, banyak red cell nya)

- tromboemboli : embolus yang timbul akibat dari fragmentasi(pecahan) thrombus yang mengalir

- cancer : akibat tumbuh nya cancer ini bisa hypercoaguability

- cardiac disease : atrial fibrilasi (kalo gak salah) bisa menyebabkan tromboemboli di perifer yang bersifat akut.

- Coagulation disorder : jelas ya!

- DM : bisa menyebabkan pembentukan artheroma di dinding pembulu darah

Faktor risiko :

  • - Usia tua (>40 tahun) scara fisiologis terjadi kerusakan tunia media dan intima sehingga memudahkan pembentukan arteroma
  • - Pria : gak punya(punya sih tapi dikit) esterogen yang menjaga elastisitas arteri
  • - MEROKOK : merokok itu mempertinggi kadar lemak dalam darah dan merusak endotel, sehingga memudahkan kerusakan pembuluh darah terutama arteri
  • - DM : idem diatas
  • - Hyperlipidemia : mempengaruhi pengendapan LDL dan vLDL di tunica media arteri, makin tinggi makin cpt pengendapan.
  • - Hipertensi : merusak endotel sehingga mudah terekspose ke LDL dan vLDL
  • - When risk factor co-exist the risk increases several fold

Predileksi : kebanyakan PAD ini sifatnya kronis krna pembentukan artheroma.

  1. - Aorta dan arteri iliaca (30%)
  2. - Femoral dan popliteal arteries (80-90%)
  3. - Tibial dan peroneal arteries (40-50%)

- Patfis nya sama kayak jantung koroner ya guys.

Pada kondisi akut embolic iskhemik, kejadian PAD ini terjadi sangat cepat pada pasien tertentu.. sumber dari embolusnya adalah bisa dari jantung (miral stenosis dengan atrial fibrilasi atau myocardiac infarc dng mural thrombus) atau dari dilated disease arteries (aneurisme aorta)

Patfis : fibrilasi atrium à embolusà embolis terombang ambing sampai tungkai à menyumbat arteri normal (biasanya di bifucartio) à claudicatio hha.

Pada kondisi acute thrombotic iskemik : kejadian PAD ini biasnya sama kayak penyakit jantung koroner, dimana penyebab utama nya adalah artherosklerosis / artheroma, sehingga diawali oleh penyempitan scr progresif di pembuluh arteri, kalo rupture jadi trombotik, tapi kalo Cuma sempit doank jadi intermittent claudicatio (nyeri saat tertentu)

Patfis : artherosklerosis à thrombus kalo rupture artherosklerosis (oklusi sebagian) à stimulasi pertemubuhan collateral via VEGF à karena vasa jadi sempit dan permukaan kasar, maka terjadi turbulensi dan aliran deras, semakin mudah rupture plaque artheroma à oklusi total

Goal of treatment :


  • 1. Menghilangkan gejala dan meningkatkan kemampuan berjalan pada pasien (menghilangkan claudicatio)
  • Meningkatkan kualitas hidup
  • Mengurangi total mortalitas ??

FASE AKUT PAD

Embolism

1. Onset nya tiba tiba : jadi tiba tiba nyeri, mari rasa kesemutan (aku kesemutan karena manis – plis gan cukup!!)

2. Known embolic source

3. Tidak ada riwayat claudication

4. Pulsasi normal di tungkai satunya

Gejalanya itu 5Ps : pain, pale, pulseless, paresthesia, paralisis

- Awalnya gejala nyeri trus tiba tiba jadi pucat, pulsasi tidak teraba, trus jadi mati rasa, trus bisa lumpuh kalo dalam 6 jam gak dibuka jalur oklusinya, setelah 12 jam wassalam.. amputasi

- Meraba pulsi arteri bisa di femoralis ( dekat selangkangan),popliteal (di fossapopliteal, kki ditekuk) dorsalis pedis( mengarah ke jempol kaki) dan di tibialis posterior (dibelakang mata kaki yg medial) >>bahasa awam semua udah lupa istilah anatominyya.. maaf ya (T_T)

Diagnosis :

- Cari tanda klinis dan factor risiko

- Pulsasi arteri dibandingkan dng kaki satunya

- Pulse oxymetri >> % saturasi oksigen, HR, dna grafik.. kayak gini,,

- Dopples US : ada kuliah nya kan yg imaging, intinya init uh penting untuk mengetahui derajat obstruksi dan keparahan iskemiknya..

- Dengan Doppler ini bisa melihat obstruksi nya dimana, trus melihat vaskularisasi di distalnya, bisa mengetahui embolusnya


Clinical Findings

Doppler

Prognosis

Class

Sensory loss

Motor weakness

Arterial signals

Venous Signals

I. Viable

-ve

-ve

audible

audible

Not immediately threatened

II.a Marginal threat

Minimal sensory loss

No muscle weakness

Often not audible

audible

Salvageable if prompt ttt (there is time for angiography)

II.b Immediate threat

Rest pain w sensory loss more than toes

Mild to moderate

Usually not audible

audible

Salvageable with immediate ttt (no time for angiography)

III.Irreversible

Severe anesthesia

Paralysis w muscle rigor

Inaudible

Inaudible

Not salvageable, permanent N. & muscle damage , needs amputation

TREATMENT :

1. Kunci nya adlaah multidisiplin ( kalo ada penyebab dari jantung , dr. SpJP, radiologinya sp. Rad, de el el)

2. Gold period nya adlaah <6 jam, kalo 6- 12 jam dubia et malam (prognosis ke buruk) dan kalo udah >12 jam itu biasanya udah irreversible alias amputasi

3. Medikasi : heparin, analgesic, haemorheolog??,

4. minimal invasive : catheter directed thrombolisis pake streptokinase atau urokinase. Embolectomy (fgarty catheter) >> kayaknya bukan kompetensi kita deh?

5. Surgical : open embolectomy, amputasi wew…

- < 6 jam : 100 % tungkai selamat dari amputasi

- 6-12 jam : 60-70% tungkai selamat, hanya daerah paling distal yag amputasi

- >12 jam: amputasi semua daerah di distal oklusi

Tiba tiba aku ngebayangin kalo arteri pudenda yang kena oklusi, apa jadi nya ya??atau arteri penis profunnda / atau arteri testicularis #randombgt

CHRONIC PAD

- Progresif : biasanya sudah terjadi aterosklerosis bertahun tahun

- Asimptomatik :jarang bergejala kalo blm banyak tertutup lumennya

- Collateral : menimbulkan pertumbuhan vasa collateral

Fontaine classification

¡ I Asymptomatic

¡ II Intermittent Claudication

II a Claudication walking > 200m

II b Claudication walking < 200m

¡ III Rest/nocturnal pain

¡ IV Necrosis/gangrene


Pemeriksaan fisik

- Kondisi kulit dan ekstrimitas bawah

- Pulsasinya

- Ada bruit arteri atau tidak?

- Pucat saat elevasi kaki, waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan warna asli setelah kaki dikembalikan ke posisi semula, waktu pengisian kapiler distal

- Ankle brachial index (SBP ankle/SBP brachial)

- Pulse oxymetri

¡ ABI <0.9 is 99% sensitive and 99% specific for angiographically diagnosed PAD

¡ Supine position

¡ Check systolic BP in upper extremities (using Doppler) – use highest value

¡ Systolic BP in lower extremities using both PT and DP – use highest value

¡ Divide ankle SBP by brachial SBP


Interpretasi hasilnya :

Goal treatment nya sama kayak yang akut PAD. Lihat diatas ya, treatment nya juga hampir sama dengan yang akut.

- Harus ada reduksi dari factor risiko PAD.

- Bisa juga percutaneur transluminal angioplasty à kayak PJK ya! Abis di bubble nanti di pasang ringstent yang mahal itu.. hahaa

- Surgery : by pass/ shunting, sympatectomy (supaya gak vaso kontriksi) dan amputasi

Kesimpulan : PAD inibisa akut dan kronis, etiologinya multifactor, untuk menegakannya selain penilaian klinis dibutuhkan juga USG dopler dan angiography serta treatment nya adlaah multidiscipline ilmu, sehingga kepentingan pasien terjaga seutuhnya. Dan jangan lupa improve quality of live..

Alhamdulillah selesai juga nih catkul.entah kenapa selalu dpt week 6 deh.. ya semoga catkul terakhir di semester ini bisa membantu ujian tmn2 semua.

“Doing nothing has consequences too” – never back down

“ if you want something bad, you have to fight for it!” – Scott pilgrim Vs. the world

Sunset in airport

Yogyakarta, 12 agustus 2017 So this is the end of my (another) journey Selalu ada alasan mengapa seseorang bepergian. Sering kali un...