Sunday, February 27, 2011

Pharmaceutical dosage form By Reagan Resadita


Bismillahirahmanirahim

Tujuan praktikum :

1. Memahami berbagai macam bentuk sediaan obat

2. Memilih dan menentukan bentuk sediaan obat yang tepat yang akan ditulis pada resep dan diberikan pada pasien

Introduction

Memilih bentuk sediaan obat secara tepat sangat lah penting karena disesuaikan dengan kenyamanan pasien dan harga. Selain dari pada bentuk kenyamanan pasien, yang harus diperhatikan juga adalah karakteristik (farmako kinetic dan farmakodinamik), bioavailability, dan kondisi sosial ekonomi pasien. Factor lain yang lumayan penting untuk diperhatikan adalah ketikan memberikan obat topical pada kelainan kulit adalah kondisinya, (Luas, kering/basah, lokasi). Sebelum meresepkan obat dokter harus paham tentang karakteristik, kelebihan dan kekurangan, penyimpanan, dan cara pemberian obat untuk pasien agar pasien taat beribadah, eh maksudnya taat mengunakan obat.

Material

Material yang digunakan pada praktikum kali ini adalah berbagai bentuk sediaan obat yang beredar di pasar Indonesia


1. Solid

a. Powder

b. Tablet, kaplet

c. Kapsul

d. Pil

2. Liquid

a. Larutan, campuran, suspendi

b. Elixir

c. Sirup

d. Tetes/drops

e. Losion

f. Liniment

3. Semi solid

a. Krim

b. Ointment(salep)

c. Gel


Setiap obat memiliki karakteristik tersendiri, bentuk sediaan juga mempengaruhi cara kerja. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa bentuk pil akan sulit dicerna, tablet/kaplet akan sulit ditelan tetapi memiliki efek yang lumayan lama (tablet lapis), syrup cocok untuk anak anak yng belum bisa menelan. Dan lain lain (seperti yang ada pada kuliah)

Obat di Indonesia dibagi menjadi 3 kelas, obat bebas, obat bebas terbatas, dan obat keras, kode obat bebas adalah lingkaran hijau, obat bebas terbatas adalah lingkaran biru, dan obat keras adalah lingkaran merah dengan huruf K. bentuk kode registrasi juga bisa di lihat

- GKL : generic keras local (obat keras generic, produksi local)

- DKL : dagang keras local (nama dagang, obat keras, dan buatan local)

- DTL : dagang terbatas local

- GTL : generic terbatas local

- DBL : dagang bebas lokal

- GBL : generic bebas local

- DKI : daerah khusus ibukota.. hehe (dagang keras impor)

Beberapa obat yang berhasil saya data!!

Obat bebas

Obat bebas terbatas

Obat keras

Sanmol à penurun panas

Microlax à pencahar (trans rectal)

Plantacidà untuk maag

Superfishà multivitamin

Antasidaà isinya Al, Mg

Oralit à rehidrasi

Dextrometrophan

Kalpanaxà u/ panu

Oxymethazoline

Proris

Betadineà desinfektan luka

Betadine obat kumur

Eye fresh cendoà tetes mata

Gentamicinà antibiotik

Ampicilinà antibiotik

Bioplacenton

Hydrocortisone

Dulcolax

Microgynonà KB

Omeprazole

Abotil

Isosorbide dinitratà u/ angina pectoris

Ranitidineàantimual

Asam mefenamatà analgesik

Kalium diklorofenat

Bricasma turbhaler

Canesten

FG. Troches

Mercotine

Chloramphenicolà antibiotik

Cendoxitrol à tetes mata

Contoh kasus (semua nama tokoh, karakter, dan kejadian di kasus ini adalah rekayasa belaka, jika ada kesamaan tempat, kejadian, dan nama tokoh itu hanya kebetulan semata)

Anindita seorang remaja putri yang atraktif, energic dan pintar, segudang kegiatan di SMA dia ikuti dan prestasi nya tetap bagus. Banyak lelaki menyenangi dia, mencoba meluluhkan hatinya, tapi belum ada yang berhasil, mulai dari kepala tim basket sekolah, satpam, sampai penjaga perpustakaan mencoba berkali kali tapi gagal (kemana mana ceritanya). Sampai suatu ketika terlihat lah kelemhannya, dia suka lupa mandi maka dari itu dia merasakan ada gatal gatal di kulit, kemerahan, dan indurasi dan dokter Arbainah (salah satu lulusan terbaik FK UGM bersama dr. Reagan, dr. prenali, dr. Sunardi, dr. regia, dr Vale, dan dokter dokter lainnya-aamiin, “sambil ngedoa”) mendiagnosis itu adalah infeksi bakteri primer (dermatitis), maka dia memberikan salep gentamicin generic untuk mengobati infeksi tersebut selama 5 hari. Dokter arbainah memberikan gentamicin 0.1% secara topical, yang harus digunakan secara teratur 3-4 kali sehari, tiap tabung mengandung 5 gr salep, dan tiap 110 cm2 membutuhkan 1 gr salep. Perkiraan daerah infeksi adalah 66 cm2, tuliskan resep!

Itung itung tai lutung !!

- Pemberian 3 kali sehari à tiap 8 jam, diresep ditulis à 3.d.d o.8H

- 66 cm2/110cm2 x 1gr = 0,6 gram tiap pemakaian berarti perhari 1,8 gram à berarti 5 hari adalah 9 gram à tulis di resep ointment gentamicin 1 % no II (salep gentamicin 0.1 % sebanyak 2 tube)

jadi nanti bentuk resepnya begini. à gak bisa dicantumkan hehe

kenapa dikasih salep??

  • Soalnnya lukanya kecil
  • Efeknya oklusif
  • Gak mudah di cuci (bertahan agak lama)
  • Cocok untuk kulit kering
  • Lesi hiperkeratolitik

Ya pokoknya cocok lah, kan kalo krim nanti Cepet kering, kalo pake gel kan lengket dan bikin lukanya basah (bakterinya subur donk), kalo pake antibiotic oral kurang tepat soalnya kan lukanya di kulit dan akan lama nyampe kulit (harga berpengaruh sama ketaatan pasien).

Contoh kasus 2

Wahyu ketua tim basket SMA dan ketua osis juga, suatu ketika dia sakit tifus karena jajan sembarangan bersama cewek barunya di sekitaran kali urang. Nama cewek barunnya anindita yang di kasus pertama (kok melenceng). Dia harus di rawat di rumahsakit selama 5 hari, dan selama itu pula dia tidak mandi, tidak bersentuhan dengan air.. sehingga selain tifus tinea corporis berkembang dengan subur di badannya. Dokter Hendrawan sebagai dokter yang merawat wahyu akan memberikan obat untuk mengatasi keduanya, pilihan obat yang seperti apakah yang akan diberikan??

Jawab :

Obat untuk tifus :

- Rehidrasi menggunakan RL atau normal saline.

- Pilihan antibiotic chloramphenicol tablet peroral sehari tigakali tiap 8 jam (harus teratur) karena tifus kan di dalem tubuh jadi pake peroral.

- Beri parasetamol tablet peroral.

- Kalo mual muntah terus dan gak bisa minum peroral, berikan odansetron 8 % kedalam cairan infusnya (bukan bolus ya)

Obat untuk tinea corporis :

Asumsikan kebutuhan perhari, misal 1.5 gram. Selama 2 minggu

Pilihannya adalah krim miconazole 2 % (pke krim karena - Easier to wipe away, mudah penguanaan ke kulit yang terinfeksi). Jika tiap hari membutuhkan 1.5 gr x 14 hari = 21 gram. Jika tiap tube mengandung 12 gram maka berikan 2 tube.

NB :

a. 2 % miconazole = tiap 100gr obat ada 2 gram zat micoazole atau tiap gram obat ada 20 mg miconazole.

b. 0.1 % gentamicine = tiap 1gr gentamicine ada 1mg zat gentamicina sulfat/gentamicine

c. 0.9 % NaCl = tiap 100 ml larutan ada NaCL 0,9 gram

Saya mau ngasih sebuah lelucon yang agak saru..

Istri : pah, menurut ulama kalo kita berhubungan suami istri secara benar pada malam jumat (mengikuti sunah rasul) berarti kita membunuh 40 setan.

Suami : berarti kalo 2x

Istri : membunuh 80 setan

Suami : tambah antusias “ kalo 3 kali “

Istri : ya berarti membunuh 120 setan

Suami : kalo 4 kali (makin semangat)

Istri: membunuh 160 setan pah

Suami : owwhh, kalo 10 kali mah?? (Sangat antusias)

Istri : itu mah sama aja lu bunuh gua SETAN!!

Hikmah : tidak sekedar lucu, tapi segala sesuatu memiliki tata cara dan aturannya sendiri, tidak boleh seenaknya dan tidak boleh berlebihan.. begitulah jadinya nanti.. semoga kita senantiasa menjadi orang yang membenahi diri kearah yang lebih baik.

Alhamdulilah.

Disaat tidak ada lagi yang bisa skita banggakan, tidak ada lag yang membahagiakan dari hasil kerja keras kita. Berarti itulah saat dimana kita harus duduk menikmati hasil kerja keras kita dari perspektif baru, dengan ikhlas, penuh rasa syukur, agar terasa lebih manis. Seraya membenahi jiwa menuju asa yang lebih.

Sunset in airport

Yogyakarta, 12 agustus 2017 So this is the end of my (another) journey Selalu ada alasan mengapa seseorang bepergian. Sering kali un...