Sunday, August 29, 2010

bahkan seorang dokterpun belajar

amanah, totalitas, tawakal, kerja keras, motivated dan GAUL

jadi dokter.. “hampir semua orang ” pengen ngerasain yang namanya sekolah di kedokteran.. kenapa? dari beberapa yang saya temukan menyatakan
a. keren kalii gan sekolah di kedokteran, gengsi tinggi
b. ntar kalo udah jadi dokter itu kan banyak uangnya
c. kan anak nya pinter dan gaul gitu,
d. dan berbagai alasan lainnya

tapi beberpa fakta yang saya temukan disini tidak lah seperti itu adanya
a. jadi dokter itu bukan masalah gaul atau tidak, tetapi merakyat dan empati atau tidak.
b. patokan seorang dokter itu adalah kompeten profesional dan kontributif, bukan kompeten dan matrealistis..
c. anaknya emang gaul dan pinter tapi jadi banyak terasa kesenjangan yang terjadi (ini yang saya rasakan loh, bukan anda sekalian)
d. kita harus mau merelakan paling gak waktu tidur kita 2 jam buat membaca(guyton ect)
e. untuk yang biasa menghitung.. selamat datang didunia logika menghafal,, mungkin skud memory sangat membantu nantii disiini
f. bersiaplah menjalani masa kuliah yang seperti SMA.. berangkat pagi pulang sore. beda sama temen temen di fakultas lain yang bisa aja satu hari hanya ada kuliah 1-3 jam.
g. “masuk” fk lebih mudah daripada “menjalani dan keluar” dari FK
h. sebagai seorang dokter kita dipaksa mendekati sempurna(llebaii tapi emang benar)
i. dokter itu menembus segala batas yang ada.. yang non muhrim, rahasia terdalam seorang pasien, dan banyak lagi
h. sebenarnya apa sih enaknya menjadi dokter?? bekerja deket darah.. sama orang gila, deket sama sumber penyakit, harus penuh belas kasihan. mau kaya jadi pengusaha aja kayak abu rizal bakrie
i. waktu main yang berkurang(kalo keseringan belajar). mau olah raga juga susah(emangnya gak suka olah raga)
j. ini semua subjetivitas saya loh ya!!

so saya berfikir lagi apakah benar pilihan saya ini tepat sekolah di kedokteran UGM yang bagus itu(narsis). dimana sebagan besar siswa kelas 3 SMA menginginkan sekolah disini.

saya berfikir lagi apakah saya siap mengabdi pada masyarakat, rela bangun malam di tengah tidur yang lelap untuk melayani pasien saya.

aya berfikir lagi bisakah saya mengusai berbagai teori dan kemampuan medis seorang dokter, benarkah saya bisa menerapkan long life learning yang harus dimiliki seorang dokter.

karena saya tidak mau jadi dokter yang setengah setengah, harus totalitas
[setelah tadi mengikuti rapat akademik dengan pihak dekanat maslah nilai] saya tahu bahwa pihak fakultas dan dekanat mencetak kita bukan sebagai pencetak nilai, tetapi kemampuan dan skill karena urusan yang kta tangani itu masalah nyawa dan kehidupan manusia bukan barang.
sebesar apapun subjektifitas penilaian yang terjadi tetap lah berusaha sekuat tenaga dalam menjalankannya. karena sekali lagi ini bukan maslah nilai, tapi skills
bahkan sekarng saya berfikir masih mampu kah saya menjalani kuliah difakultas kedokteran UGM yang bagus itu(narsis lagi)

begitu banyak pihak yang udah mendukung.. terimakasih kepada sponsor tunggal saya disini.. my lovely parent. maaf begitu banyak mengecewakan kalian… begitu rendahnya saya disini yang bisa mengeluh saja.
buat temen temen yang tetep pnya semangat tinggi tolong tularkan ke saya ya!! buat mba mas senior.. tolong tularkan ilmunya..buat bapak ibu dosen jangan bosen mengajarkan saya ya..

sekali lagi yang ingin saya ikuti
it is for life, not for school, that we learn.(tapi susah)

semoga saya bisa meneguhkan hati supaya menjadi dokter yang penuh pengabdian bukan dokter yang materialistis seperti yang selama ini saya bayagkan(mending jadi pengusaha aja deh kalo yang in

Reagan Resadita PD ’09
FK UGM

Sunset in airport

Yogyakarta, 12 agustus 2017 So this is the end of my (another) journey Selalu ada alasan mengapa seseorang bepergian. Sering kali un...