Thursday, January 21, 2010

UGM sebagai Lingkungan Belajar

UGM sebagai Lingkungan Belajar

Salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan belajar adalah lingkungan belajar. Dalam lingkungan yang menyenangkan, pelajar (mahasiswa) akan merasa senang untuk belajar sehingga hasil belajarnya pun dapat meningkat. Sebaliknya, lingkungan belajar yang tidak nyaman dapat menurunkan motivasi belajar sehingga hasil belajarnya pun tidak maksimal. Lingkungan belajar adalah segala sesuatu yang ada di sekitar pelajar yang memengaruhi proses pembelajaran. Lingkungan belajar dapat bersifat fisik, seperti ruang kelas, fasilitas, kebersihan, dan lain-lain. Lingkungan belajar juga dapat berupa non-fisik, seperti interaksi, kenyamanan, budaya, dan lainnya.
Sebagai universitas unggulan bertaraf internasional, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyediakan lingkungan belajar yang sangat baik, kondusif, dan efektif bagi para mahasiswanya. Pertama adalah lingkungan fisik. UGM terletak di kota Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar dan kota pendidikan. Suasana kota Yogyakarta sangat mendukung untuk belajar. Sepanjang Yogyakarta terdapat berbagai panorama yang menarik, seperti hamparan sawah dan pegunungan yang juga dapat menambah kesejukan kota Yogyakarta. Kebersihan di sepanjang kawasan UGM juga senantiasa dijaga. Pemandangan indah, suasana yang sejuk, dan kawasan yang bersih menciptakan suasana belajar yang kondusif. Dengan terciptanya suasana belajar kondusif, semangat dan motivasi belajar akan meningkat secara tidak langsung.
Selanjutnya, selain letaknya yang strategis dan kondusif untuk belajar, UGM juga merupakan universitas yang mempunyai fasilitas memadai untuk mendukung proses belajar di dalamnya. UGM dilengkapi dengan perpustakaan, Pusat Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PPTIK), Laboratorium Pengujian dan Penelitian Terpadu (LPPT), Pusat Pengembangan Pendidikan, Pusat Pelatihan Bahasa, Kebun Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Pertanian (KP4), Bengkel UGM, Gadjah Mada University Press, Balai Pertemuan UGM (UC), dan fasilitas-fasilitas lain, seperti Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Prof. Soedomo, Radio Swaragama, dan sarana olahraga. Semua fasilitas tersebut sangat mendukung mahasiswa dalam menempuh pendidikan di UGM, baik pendidikan akademis, maupun non-akademis. UGM juga memiliki bidang kemahasiswaan yang terdiri dari berbagai unit kegiatan dan organisasi yang dapat meningkatkan potensi non-akademis dan kemampuan serta pengalaman berorganisasi mahasiswa yang nantinya sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Selain itu, berbagai kegiatan dan organisasi tersebut juga bermanfaat untuk menjalin pertemanan sehingga mahasiswa dapat memiliki koneksi dan jaringan yang luas.
Selanjutnya adalah lingkungan belajar non-fisik. UGM merupakan universitas dengan jumlah fakultas dan program studi yang sangat banyak dan beragam. Program Sarjana UGM terdiri dari 18 fakultas dengan 69 program studi (prodi), Program Magister berjumlah 75 prodi, Program Spesialis I berjumlah 24 prodi, dan Program Doktor yang terdiri dari 42 prodi. Kekayaan dan keberagaman ini memberikan peluang yang besar bagi pelajar seluruh Indonesia untuk belajar di UGM sesuai prodi yang mereka minati. Prodi yang banyak ini juga menunjukkan kekayaan ilmu yang dapat diajarkan di UGM untuk menghasilkan sumber daya manusia dengan beragam kualitas untuk membangun negara Indonesia.
UGM sering disebut sebagai Indonesia kecil, bahkan terkadang disebut sebagai Asia kecil. Sebutan tersebut terbentuk karena mahasiswa-mahasiswa yang menempuh studi di UGM berasal dari berbagai kota, provinsi, bahkan negara yang berbeda-beda yang menjadikan UGM kaya akan budaya. Kekayaan budaya dapat menjadi sumber belajar bagi para mahasiswa. Mahasiswa dapat belajar berbagai kebudayaan baru sehingga menambah wawasan mereka akan keberagaman kebudayaan di Indonesia dan di dunia. Keanekaragaman ini juga membuat mahasiswa belajar beradaptasi dengan baik dengan berbagai orang yang memiliki karakteristik berbeda dan menyesuaikan diri dengan kebudayaan mereka. Hal ini dapat menjadi suatu latihan untuk menghadapi dunia kerja karena dalam dunia kerja tiap orang akan berhubungan dengan banyak orang lainnya dengan berbagai latar belakang, karakteristik, dan kebudayaan.
Terletak di kota Yogyakarta, memiliki fasilitas yang lengkap dan program studi yang beragam, dan terdapatnya berbagai kebudayaan menjadikan UGM sebagai suatu wadah yang sangat baik untuk belajar, tidak hanya dari segi akademis, tetapi juga dari segi non-akademis. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Universitas Gadjah Mada atau UGM merupakan lingkungan belajar yang sangat baik, kondusif, dan efektif yang dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.




Merry Angel Marcella

Fakultas Kedoktera Gigi


Universitas Gadjah Mada
2010

Sunset in airport

Yogyakarta, 12 agustus 2017 So this is the end of my (another) journey Selalu ada alasan mengapa seseorang bepergian. Sering kali un...